Abstrak
Ghina Imtinan, NIM: 2130306027, Judul Skripsi “Hubungan Self Disclosure Dengan Resiliensi Pada Remaja Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya Yogyakarta”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Self disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendukung perkembangan psikologis remaja. Di sisi lain, resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan dan kesulitan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 remaja panti asuhan yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen: skala self disclosure dan skala resiliensi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasion pearson produck moment menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan (r = 0, 865; p > 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat self disclosure remaja tidak secara langsung memengaruhi tingkat resiliensi mereka. Faktor-faktor lain seperti dukungan sosial, pengalaman hidup, dan pola asuh diduga turut memengaruhi resiliensi remaja di panti asuhan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa intervensi peningkatan resiliensi pada remaja panti asuhan sebaiknya tidak hanya berfokus pada self disclosure, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan hidup.