Abstrak
Penelitian ini didasari oleh kondisi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAS Al Kautsar Muhammadiyah Lima puluh kota yang hingga saat ini masih cenderung menggunakan pendekatan konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites pada mata pelajaran SKI materi Perkembangan Peradaban dan Ilmu Pengetahuan Masa Daulah Abbasiyah, (2) mengetahui tingkat validitas media berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, serta (3) mengetahui tingkat praktikalitas media berdasarkan penilaian guru dan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) Analysis, yaitu tahap analisis kebutuhan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan kurikulum mata pelajaran SKI; (2) Design, yaitu tahap perancangan struktur, materi, dan instrumen penelitian yang akan digunakan; (3) Development, yaitu tahap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites beserta validasinya oleh ahli materi dan ahli media; (4) Implementation, yaitu tahap uji coba media dalam proses pembelajaran SKI di kelas; dan (5) Evaluation, yaitu tahap evaluasi terhadap kepraktisan media berdasarkan respons guru dan peserta didik. Subjek uji coba melibatkan dua orang satu orang guru SKI, dan 47 peserta didik kelas X. Data dikumpulkan melalui lembar validasi berdasarkan penilaian validator ahli (materi dan Media), angket respons guru dan peserta didik, wawancara, serta observasi, kemudian dianalisis menggunakan koefisien Aiken's V untuk uji validitas dan analisis persentase untuk uji praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites berhasil dikembangkan melalui lima tahap ADDIE, dengan produk akhir berupa situs web yang memuat halaman beranda, presensi, tujuan pembelajaran, materi, video pembelajaran, serta game dan evaluasi. Uji validitas memperoleh koefisien Aiken's V sebesar 0,82 dari ahli materi (kategori sangat valid) dan 0,90 dari ahli media (kategori sangat valid), dengan rata-rata gabungan 0,86 (kategori sangat valid). Uji praktikalitas memperoleh persentase 90,88 dari peserta didik dan 97,50 dari guru, keduanya berkategori sangat praktis. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites yang dikembangkan valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah. Dari hasil tersebut, ditemukan tiga implikasi penting. Pertama, media ini valid secara akademik, karena nilai koefisien Aiken's V pada seluruh aspek berada jauh di atas batas minimum 0,6 yang lazim digunakan sebagai syarat validitas. Kedua, media ini praktis digunakan, baik oleh guru maupun peserta didik, berdasarkan persentase respons yang sama-sama berada pada kategori Sangat Praktis. Ketiga, berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama implementasi, media ini terbukti meningkatkan keterlibatan dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti pembelajaran SKI. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber dan media belajar untuk meningkatkan minat, keterlibatan aktif, dan pemahaman peserta didik terhadap materi Perkembangan Peradaban dan Ilmu Pengetahuan Masa Daulah Abbasiyah, sekaligus dapat dijadikan rujukan bagi guru maupun peneliti selanjutnya dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi SKI lain maupun mata pelajaran lain di Madrasah Aliyah.