Abstrak
ROFI’UL WALID, NIM 2030302044. Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmus Yunus Batusangkar, 2025. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam prosesi Pasambahan Maurak Selo pada tradisi Mando’a Manujuah Hari di Nagari Tanjuang Barulak, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Pasambahan Maurak Selo merupakan bentuk komunikasi adat Minangkabau yang disampaikan dalam konteks duka, khususnya pada doa hari ketujuh setelah kematian, yang sarat dengan nilai simbolik, sosial, dan spiritual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya pemahaman dan partisipasi generasi muda terhadap komunikasi adat, sehingga berpotensi menggerus nilai-nilai budaya dan dakwah kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi strategi komunikasi yang digunakan oleh Niniak Mamak dalam menyampaikan Pasambahan Maurak Selo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori interaksionisme simbolik dan model S.P.E.A.K.I.N.G. Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dalam Pasambahan Maurak Selo diwujudkan melalui pemilihan bahasa adat yang santun, struktur tuturan yang sistematis, penggunaan simbol dan gestur nonverbal, serta penyesuaian intonasi dan pesan dengan kondisi emosional audiens yang sedang berduka. Strategi tersebut berfungsi memperkuat solidaritas sosial, memberikan penghiburan emosional, serta menyampaikan nilai-nilai keislaman secara dakwah bil hikmah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pasambahan Maurak Selo tidak hanya berperan sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya dan dakwah yang relevan dalam menjaga keberlanjutan nilai adat dan religius masyarakat Minangkabau.