Abstrak
Fiza Dwi Permata. NIM 2130302023, Judul Skripsi: “Strategi Komunikasi Persuasif Guru kepada Santri dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Bahrul Ulum Nagari Supayang.” Program Sarjana Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Komunikasi memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam membimbing dan memotivasi peserta didik. Dalam konteks pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, tidak cukup hanya mengandalkan metode hafalan semata, tetapi juga dibutuhkan strategi komunikasi yang mampu menyentuh pikiran dan perasaan santri. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah komunikasi persuasif, yaitu bentuk komunikasi yang bertujuan memengaruhi sikap, cara berpikir, dan perilaku seseorang melalui pesan yang meyakinkan, menyentuh, dan bermakna. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat dan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Bahrul Ulum Nagari Supayang, yang disebabkan oleh kurangnya fokus dan semangat santri akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi persuasif guru dalam meningkatkan motivasi santri menghafal Al-Qur’an, melalui jalur sentral dan jalur periferal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari para guru dan santri di Rumah Tahfidz Bahrul Ulum. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif guru di Rumah Tahfidz Bahrul Ulum berjalan melalui dua jalur, yaitu jalur sentral dan periferal. Melalui jalur sentral, guru memberikan penjelasan yang mendalam, menyampaikan dalil-dalil sebagai landasan logis, menjelaskan manfaat jangka panjang menghafal Al-Qur’an, serta menyesuaikan penyampaian materi dengan tingkat usia dan pemahaman santri. Strategi ini membuat santri mampu memproses pesan secara rasional dan menumbuhkan motivasi yang berkelanjutan. Sementara itu, melalui jalur periferal, guru menggunakan pendekatan emosional seperti kisah inspiratif, memberikan reward atau apresiasi, menampilkan komunikasi non-verbal yang menarik, membangun kedekatan emosional dengan santri, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kedua jalur ini saling melengkapi, sehingga mampu meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an secara efektif.