Abstrak
Adapun pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu dalam dunia pendidikan dan proses pembelajaran pada siswa SMA yang membutuhkan kemampuan dalam berbicara di depan umum. Namun, siswa sering menghindari dan menunda gilirannya untuk berbicara di depan umum, baik saat presentasi ataupun diskusi karena timbunya gejala kecemasan berbicara pada siswa tersebut, seperti perasaan gugup, takut, dan cemas. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ini adalah tingkat kepercayaan diri yang dimiliki siswa. Kepercayaan diri dipahami sebagai keyakinan terhadap kemampuan dri sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat berkomunikasi di depan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada siswa SMAN 2 Sungai Tarab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 200 orang dengan sampel berjumlah 133 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Likert dengan menggunakan instrument penelitian skala kepercayaan diri dan skala kecemasan berbicara di depan umum, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Spearman Rank Correlation melalui SPSS versi 20. Berdasarkan hasil hipotesis menunjukkan bahwa (rxy = -0.243) dengan nilai signifikansi 0.005. Hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis null (Ho) ditolak, artinya terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada siswa SMAN 2 Sungai Tarab, yaitu semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki siswa, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang mereka alami saat berbicara di depan umum. Sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri yang dimiliki siswa maka kecemasan berbicara di depan umum akan semakin tinggi.