Abstrak
Windi Mailisa, Nim 2030401141, dengan judul."Analisis Risiko Pembiayaan Dan Upaya Mitigasi Di Kspps Btm Cabang Buaya". Pogram Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2025. Pokok Permasalahan dalam skripsi ini adalah Apa saja risiko pembiayaan di kspps btm cabang lubuk buaya. Bagaimana kspps btm cabang lubuk buaya melakukan analisis risiko pembiayaan untuk mengidentiffikasi potensi gagal bayar. Bagaimana mitigasi risiko yang telah diterapkan oleh kspps btm cabang lubuk buaya untuk mengurangi risiko pembiayaan. tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja risiko pembiayaan di kspps btm cabang lubuk buaya. untuk mengetahui bagimana kspps btm cabang lubuk buaya melakukan analisis risiko pembiayaan untuk mengidentifikasi potensi gagal bayar, untuk mengetahui mitigasi risiko yang telah diterapkan oleh kspps btm cabang lubuk buaya untuk mengurangi risiko pembiayaan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung dengan account officer di KSPPS Baitut Tamwil Muhammadiyah cabang Lubuk Buaya. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui tahapan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing or verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KSPPS BTM Lubuk Buaya menghadapi berbagai risiko pembiayaan, terutama yang berkaitan dengan potensi gagal bayar akibat faktor internal maupun eksternal. Analisis yang dilakukan mengidentifikasi penyebab utama risiko pembiayaan, seperti kondisi ekonomi anggota, manajemen keuangan, dan kebijakan internal koperasi. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi yang telah diterapkan oleh KSPPS BTM Lubuk Buaya. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi seperti penilaian kelayakan calon penerima pembiayaan, monitoring berkala, serta pendekatan berbasis syariah dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah cukup efektif dalam mengurangi risiko gagal bayar. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih dapat ditingkatkan untuk memperkuat manajemen risiko pembiayaan koperasi ini.