Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi dengan salah satu program pada kurikulum merdeka yang memiliki beberapa elemen, namun pada penelitian ini membahas pada elemen bernalar kritis pada profil pelajar pancasila serta mengnalisis keterkaitan proyek pembuatan kompos dan ecobrick yang telah dilaksanakan oleh siswa yang merupakan suatu pemahaman konsep kimia hijau melalui indikator berpikir kritis menurut Ennis (2011). Penelitian ini akan menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa kelas X SMAN 1 Sungayang. Tujuannya adalah mengetahui penerapan berpikir kritis siswa kelas X dari konsep kimia hijau dalam Proyek Pembuatan Kompos dan Ecobrick melalui Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Sungayang yang meliputi 5 indikator yaitu, memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lanjut, mengatur strategi dan taktik. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif (deskriptif). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X E5 dengan jumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan yaitu intrumen utama (peneliti sendiri) dan instrument pendukung yaitu instrumen angket berpikir kritis, soal tes berpikir kritis, wawancara serta metode dokumentasi. Pada pengujian keabsahan data digunakan teknik keajegan dan ketekunan pengamatan, triangulasi dan perpanjangan keikutsertaan. Selanjutnya penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil penerapan berpikir kritis siswa kelas X E5 dari konsep kimia hijau dalam Proyek Pembuatan Kompos dan Ecobrick pada Profil Pelajar Pancasila di SMAN 1 Sungayang. Penerapan dari keterampilan berpikir kritis menggunakan teknik yang berbeda yaitu pemberian soal didapatkan persentase 56% dikategorikan siswa memiliki keterampilan berpikir kritis tingkat rendah. Sedangkan pemberian angket didapatkan persentase 74% dikategorikan siswa memiliki keterampilan berpikir kritis tingkat sedang. Artinya keterampilan berpikir kritis siswa masih tergolong sedang diterapkan dalam proyek pembuatan kompos dan ecobrick pada profil pelajar pancasila.