Abstrak
ABSTRAK FAUZA LESTARI. NIM. 1930103027 Judul Skripsi: “ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI EDUCATION INFORMATION SYSTEM (EMIS) 4.0 DI MAN KOTA SAWAHLUNTO”. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2022. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah analisis penggunaan aplikasi EMIS 4.0 di MAN Kota Sawahlunto. Adapun fokus dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana penggunaan aplikasi EMIS 4.0 di MAN Kota Sawahlunto, Apa faktor pendukung dan penghambat penggunaan aplikasi EMIS 4.0 di MAN Kota Sawahlunto, Apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat penggunaan aplikasi EMIS di MAN Kota Sawahlunto. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan anlisisis penggunaan aplikasi EMIS 4.0 di MAN Kota Sawahlunto. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan secara deskriptif kulaitatif, kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi dilapangan. Sumber data dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Kaur TU, operator dan Guru. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk melihat keabsahan datanya peneliti menggunakan trianggulasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwasanya, Penggunaan aplikasi EMIS 4.0 di MAN Kota Sawahlunto dilakukan dengan berbagai tahapan yang membutuhkan waktu yang cukup panjang dan belum sesuai dengan buku pedoman EMIS. Hal ini menyebabkan ditemukanya berbagai kendala bagi operator dalam melakukan proses penginputan. Penyebab munculnya kendala tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi yang mengakibatkan kurangnya pemahaman operator terhadap aplikasi dan latar pendidikan serta usia operator yang kurang dalam memahami teknologi dan informasi. Dalam mengatasi kendala-kendala tersebut upaya yang dilakukan MAN Kota Sawahlunto yaitu dengan selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. Upaya tersebut masih belum efektif karena membutuhkan waktu yang lama untuk saling berkoordinasi maupun untuk kembali mencari upaya melalui geogle, youtobe dan WA.