Abstrak
ADE MARTANIA ASER, NIM 1730402001 Judul Skripsi “FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KREDIT MACET PADA SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) DI JORONG HILIE BALAI NAGARI PANINJAUAN”. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penilitian ini adalah Uang pinjaman yang diberikan kepada anggota tidak digunakan untuk usaha melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan urusan lain seperti membayar uang sekolah anak. Sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh dari usaha yang dijalankan. Kemudian adanya tunggakan atau kemacetan pengembalian pada SPP (Simpan Pinjam Perempuan). Terdapat sejumlah tunggakan di beberapa kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, model data, dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kredit macet pada simpan pinjam perempuan (SPP) di Jorong Hilie Balai Nagari Paninjauan, adalah Pertama, Pendapatan ekonomi anggota kelompok menurun, usaha yang dijalankan macet, terjadinya gagal panen. Kedua, Penggunaan dana yang tidak tepat sasaran, Tingginya tingkat kebutuhan dan menurunnya pendapatan membuat anggota kesulitan dalam melakukan pembayaran, sehingga terjadilah penunggakan. Ketiga, Penyalahgunaan jabatan oleh para pengurus, ketua kelompok yang menunggak atau menyelewengkan dana tersebut menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kepentingan usaha dan kepentingan pribadinya. Penyebab tunggakan/kredit macet dalam program SPP ini berdasarkan analisis diatas adalah masyarakat yang bergabung tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik, sehingga usahanya menjadi macet atau mengalami kerugian, dan dana yang diberikan UPK seringkali disalahgunakan bukan untuk menjalankan usahanya akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan komsumtifnya.