Abstrak
YANI MURNIATI. NIM 16 30403 119 (2016). Judul Skripsi “Strategi Pengembangan Menuju Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” Berbasis Syariah”. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Manajemen Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang sudah dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” dalam pengembangan menuju berbasis Syariah dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengembangan menuju Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” berbasis Syariah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau flied research, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara langsung. Sumber data yang penulis gunakan adalah data primer dan sekunder yang penulis dapatkan secara langsung dari Kepala Desa, nasabah dan dari Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama”. Berdasarkan hasil penelitian ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” terdapat strategi yang digunakan yaitu: 1) penerapan unit usaha Simpanan Mudharabah, 2) adanya investasi usaha yang dikelola BUMDes Kumbayau “Maju Bersama” dalam sektor rill yaitu eksportir hasil bumi terutama ekspor pinang, tabungan investasi ini menggunakan sistem bagi hasil yang presentasenya telah ditetapkan oleh pihak BUMDes. Dilihat dari faktor pendukung dalam pengembangan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” menuju berbasis syariah yaitu: 1) adanya keinginan pihak BUMDes dan dukungan pemerintahan Desa, 2) nasabah yang menginginkan adanya kegiatan yang berbasis Syariah pada BUMDes, 3) serta masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Namun ada faktor penghambat dalam pengembangan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumbayau “Maju Bersama” menuju berbasis Syariah yaitu: 1) sumber daya manusia BUMDes yang belum memahami tentang Ekonomi Islam, 2) mulai memudarnya kegiatan bergotong-royong dalam masyarakat, 3) dan keberadaan Bank Syariah yang masih sulit ditemukan untuk kerjasama terutama dalam permodalan.