Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessVersi 1

TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SOLANG-MANYOLANG TAMPIAN PADI DI JORONG KINAWAI NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

YELSA MALIYA, NIM. 15301300067. Judul Skripsi “Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Praktik Solang-manyolangTampian Padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2019. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana menurut fiqh muamalah terhadap pelaksanaan solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan akad solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, Sistem upah dalam solang-manyolang solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, dan pelaksanaan solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar menurut fiqh muamalah. Jenis penelitian ini adalah (field research) atau penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu penelitian yang menggambarkan tentang pelaksanaan solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing. Sumber data primer yaitu orang yang menyolangkan (meminjamkan) tampian padi dan para petani yang menyolang (meminjam) tampian padi kepada pemilik tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing dan sumber data sekunder yaitu referensi buku-buku perpustakaan IAIN Batusangkar yang berkaitan dengan akad solang-manyolang (pinjam-meminjam) tampian padidi Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara dan dokumentasi yang penulis lakukan dengan pemilik tampian padi, pemakai tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa, (1) Pelaksanaan akad solang-manyolang alat tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing dapat disimpulkan bahwa, Akad solang-manyolang (pinjam-meminjam) dalam penggunaan tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing tersebut dikategorikan ke dalam akad sewa-menyewa (ijarah), dikarenakan adanya imbalan atau upah terhadap pemanfaatannya. Pengembalian tampian padi tidak orang pertama menyewa, tetapi yang mengembalikan adalah orang lain. (2) Sistem upah dalam solang-manyolang tampian padi di Jorong Kinawai Nagari Balimbing, menggunakan sistem dengan cara menghitung jumlah hasil panen dan bukan dengan cara perhari. Hal ini membuat tidak jelasnya jangka waktu orang tersebut memanfaatkan tampian padi dan pemilik tampian padi juga tidak mengetahui jumlah hasil panen orang yang memanfaatkan tampian padi. Akibatnya banyaknya orang yang membayar upah tidak sesuai dengan jumlah hasil panen. (3) Pelaksanaan solang-manyolang tampian padi yang dilakukan oleh sebagian petani di Jorong Kinawai Nagari Balimbing tersebut, tidak sesuai dengan fiqh muamalah. Karena pemilik mempunyai kekuasaan untuk men-tasharruf-kan hartanya. Oleh karena itu, orang yang bukan pemilik dari tampian padi dilarang ber-tasharruf-kan harta orang lain (tampian padi).

Kata kunci

Fiqh Muamalah, Solang Manyolang dan Tampian Padi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK SOLANG-MANYOLANG TAMPIAN PADI DI JORONG KINAWAI NAGARI BALIMBING KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR · oai:ais:skripsi:1500

Publikasi terkait