Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Malinda

11 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12024: 12022: 12021: 12020: 22019: 12017: 3

تطوير وسيلة تعليمية لتحسين مهارة الاستماع باستخدام برنامج TED Ed في مدرسة سوراو قرآن المتوسطة الإسلامية باتوسنكر

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تطوير وسيلة تعليمية لتحسين مهارة الإستماع باستخدام برنامج TED Ed في مدرسة سوراو قرآن المتوسطة الإسلامية باتوسنكار .يهدف هذا البحث إلى تطوير وسيلة تعليمية تفاعلية قائمة على برنامج TED-Ed في تنمية مهارة الاستماع لدى تلاميذ الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية سوراو قرآن باتوسنكر. وقد انطلق البحث من قلة توافر الوسائط التعليمية الخاصة بمهارة الاستماع، حيث لا يزال التعليم يعتمد في الغالب على الأساليب التقليدية مع ضعف توظيف الوسائط التفاعلية. استخدم البحث منهج البحث والتطوير (R&D) بنموذج التطوير 4D الذي يشمل مراحل: التعريف (Define)، والتصميم (Design)، والتطوير (Develop)، والنشر (Disseminate)، إلا أن تطبيقه اقتصر على مرحلة التطوير (Develop) فقط. جُمعت البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلات، واستبانات التحقق من الصلاحية من قبل خبراء الوسيلة، وخبراء المادة، وخبراء اللغة، إضافة إلى إجراء تجربة تطبيق محدودة على التلاميذ والمعلمين. وأظهرت نتائج التحقق أن الوسيلة المطوَّرة حصلت على درجة صلاحية عالية جدًا بنسبة 95٪ من خبير المادة، و92.5٪ من خبير الوسيلة، و90٪ من خبير اللغة. كما بينت نتائج التجربة التطبيقية استجابات إيجابية بدرجة عملية بلغت 92.5٪ من التلاميذ و85.9٪ من المعلمين. وتشير هذه النتائج إلى أن الوسيلة التعليمية القائمة على TED-Ed صالحة وعملية للاستخدام في تعليم اللغة العربية، ولا سيما في تنمية مهارة الاستماع. وبذلك يُعدّ المنتج المطوَّر مناسبًا بوصفه بديلاً تعليميًا مبتكرًا، مع الإشارة إلى أن هذا البحث لم يصل إلى مرحلة النشر على نطاق واسع. الاستماع.

Pengaruh Supervisi Akademik dan Komitmen Guru terhadap Mutu Pembelajaran di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah dalam penelitian ini terkait dengan masih rendahnya mutu pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, rendahnya mutu pembelajaran diantaranya terlihat dari peserta didik yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, suasana pembelajaran yang masih monoton serta kurangnya kemampuan guru dalam penggunaan media yang bervariasi dan menarik. Hal ini bisa terjadi karena belum maksimalnya supervisi akademik dan rendahnya komitmen guru pada guru SD Negeri Kecamamatan Gunung Talang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh Supervisi Akademik dan komitmen guru terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang. Populasi yang terlibat adalah sebanyak 352 orang guru di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling atau sampel acak sederhana. Sampel yang digunakan dalam riset ini berjumlah 78 orang guru di SD Negeri yang ada di Kecamatan Gunung Talang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dari ketiga variabel ini adalah angket. Nilai butir pernyataan angket uji coba masing-masing variabel dilakukan uji validitas dan uji reliabelitas dengan nilai taraf signifikansi 0,05 (5%). Selanjutnya teknik pengumpulan data yang digunakan ialah penyebaran angket kepada responden yang tergolong sebagai sampel penelitian. Angket yang digunakan adalah angket tertutup. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan teknik analisis dengan cara melakukan uji asumsi klasik sebagai uji prasyarat, kemudian melakukan regresi linear dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Supervisi Akademik berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang. 2) Komitmen guru berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang. 3) Supervisi Akademik dan komitmen guru secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Kecamatan Gunung Talang.

EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BP BERDASARKAN PERMENDIKBUD RISTEK NOMOR 262 TAHUN 2022 DI SDN KECAMATAN TALAWI GUGUS 3 KOTA SAWAHLUNTO

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Darmalinda. NIM 222032005. Tesis “Evaluasi Impelemtasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PAI dan BP Berdasarkan Permendikbud Ristek Nomor 262 Tahun 2022 di SDN kecamatan Talawi Gugus 3 Kota Sawahlunto”. Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh cara penerapan Kurikulum Merdeka yang terdiri dari persiapan guru, cara pelaksanaan dan cara penilaian, kemudian permasalahan yang terjadi serta upaya-upaya yang dilakukan pendidik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adanya penerapan terlebih dahulu bagi para guru sebelum diajarkan kepada siswa sehingga mampu membangun karakter siswa yang berkualitas baik di bidang akademik maupun dalam bidang lainnya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengambil objek SDN Kecamatan Talawi Gugus 3 Kota Sawahlunto (SDN 15 Kumanis, SDN 14 Kumbayau, SDN 08 Kumbayau dan SDN 03 Tumpuk Tangah sebagai Sekolah Penggerak). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta siswa yang paham terkait penelitian ini. Analisis data ada tiga cara teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verivikasi. Perencanaan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN Kecamatan Talawi Gugus 3 Kota Sawahlunto (SDN 15 Kumanis, SDN 14 Kumbayau, SDN 08 Kumbayau dan SDN 03 Tumpuk Tangah sebagai Sekolah Penggerak) telah terlaksana dengan baik, dimulai dari persiapan guru PAI dan Budi Pekerti dalam menerapkan pembelajaran yaitu mengikuti bimbingan dari sekolah dan menyusun perangkat pembelajaran. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing- masing projek tidak harus sama. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka, Mata Pelajaran PAI, Permendikbud Ristek Nomor 262 Tahun 2022

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN BERBASIS INQUIRY UNTUK SISWA SMPIT QURRATA A’YUN BATUSANGKAR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ADMALINDA, NIM 2002032001 judul tesis “Pengembangan Modul Elektronik Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an Berbasis Inquiry Untuk SMPIT Qurrata A’yun Batusangkar” Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya bahan ajar dalam pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an bagi siswa SMPIT Qurrata A’yun Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas terhadap modul elektronik pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an berbasis Inquiry yang dikembangkan untuk meningkatkan hafalan siswa pada materi Surat Al-Baqarah ayat 142-214 mata pelajaran Tahfizh Al-Qur’an kelas VIII di SMP IT Qurrata A’Yun. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (penelitian dan pengembangan), model ADDIE dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Prosedur pembuatan modul elektronik ini meliputi (1) Analisis (2) Desain (3) Pengembangan (4) Implementasi (5) Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif. Instrumen untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yakni pedoman wawancara, lembar observasi, lembar validasi, lembar praktikalitas. Modul elektronik pembelajaran yang telah dikembangkan kemudian dilakukan diuji validitas oleh ahli menggunakan rumus Aiken V dan uji praktikalitas oleh siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas modul elektronik pembelajaran berbasis Inquiry memperoleh hasil 0,83 dengan kategori Sangat Valid. Sedangkan untuk kategori praktikalitas yaitu penggunaan modul elektronik pembelajaran berbasis Inquiry memperoleh nilai 92,12%. Sangat Praktis. Berdasarkan hasil validasi dan praktikalisasi tersebut maka modul elekteronik pembelajaran berbasis Inquiry ini layak digunakan dalam pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an pada materi surat Al-Baqarah ayat 142-214.

PTK Guru Matematika (Penelitian Tindakan Kelas)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bila anda Guru Matematika, bisa manfaatkan dokumen ini untuk menulis Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) anda sendiri. Dokumen ini bisa di download pdf nya dan dimanfaatkan oleh anda sepenuhnya (tidak diproteksi). Bila anda butuh bimbingan dan lain-lain dalam hal penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) anda sendiri, anda bisa kontak kami, nomor telepon dan lain-lain bisa anda lihat di halaman lampiran dari dokumen ini (halaman terakhir). A. Latar Belakang Pada umumnya Matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang kaku, jauh dari realita kehidupan sehari-hari. Pandangan tersebut berakibat pada adanya asumsi bahwa untuk mempelajari Matematika, seorang siswa harus berfikir serius, konkrit. Oleh karena itu, sering terungkap bahwa mata pelajaran Matematika merupakan mata pelajaran yang sulit, sukar dipahami, dan membosankan Bahkan bagi sebagian siswa menganggap Matematika merupakan “momok yang menakutkan“, sehingga mereka cenderung menghindari mata pelajaran itu. Fenomena ini terus berlangsung pada setiap jenjang pendidikan, yang berakibat pada terakumulasinya rasa ketidaktahuan dan ketidak berartian mata pelajaran Matematika. Kondisi ini, menyebabkan pelajaran Matematika menjadi semakin tidak disenangi, tidak diperdulikan dan bahkan diabaikan, sehingga prestasi belajar Matematika secara umum adalah rendah. Diantara faktor yang menyebabkan rendahnya prestasi Matematika bagi siswa adalah guru. Gaya mengajar dan strategi penyampaian bahan pelajaran yang dipilih seorang guru sangat menentukan keberhasilan pembelajaran Matematika. Selain dianggap sulit, mata pelajaran Matematika juga dianggap tidak menyenangkan, hal ini wajar terjadi karena dalam Matematika objek dasar yang dipelajari adalah semi abstrak, sifat semi abstrak objek Matematika tersebut tetap ada pada Matematika sekolah (Matematika yang diajarkan di sekolah). Melalui pemilihan metode, strategi mengajar, dan pendekatan yang tepat, guru dapat membantu mengurangi sifat abstrak dari objek Matematika, sehingga siswa mampu menangkap pelajaran Matematika yang diajarkan tanpa diiringi rasa takut, perasaan sulit, bosan dan sebagainya, melainkan terwujudnya suasana yang menyenangkan. Penggunaan metode, strategi mengajar dan pendekatan oleh guru sangat menentukan kegiatan belajar siswa, serta penggunaan alat bantu peraga pelajaran dan media pembelajaran yang ada. Metode dan pendekatan pengajaran Matematika sangat banyak meliputi metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, pemberian tugas, diskusi, inquiry dan lain-lain. Penggunaan metode-metode tersebut disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, karakteristik siswa, serta keberadaan lingkungan tempat siswa belajar. Pada observasi awal guru-guru mata pelajaran Matematika sering menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Guru sebagai sumber utama ilmu, guru mendominasi kelas kemudian guru langsung mengajar materi Matematika, membuktikan dalil-dalilnya dan memberikan contoh-contoh, sedangkan murid duduk dengan rapi, mendengarkan dengan tenang dan berusaha meniru cara-cara guru membuktikan dalil dan cara menjawab soal. Keberadaan di kelas masih terfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar atau metode mengajar. Kenyataan seperti ini kerap kali membuat siswa tidak bisa berkembang dan hanya menggantungkan dirinya kepada gurunya saja tanpa harus berfikir kritis. Hal semacam ini sangatlah sulit untuk merubah paradigma pembelajaran dan keadaan siswa. Pada hal sebenarnya, sekolah bukanlah satu-satunya sumber untuk belajar dan mencari ilmu, namun siswa bisa belajar dari lingkungan dimana mereka berada, yang tak pernah lepas dari masalah yang terkait dengan konsep dari pelajaran Matematika itu sendiri. Apabila hal tersebut dihubungan dengan keberadan mutu pendidikan, maka pendidikan yang ada di Indonesia selama ini secara umum masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar yang baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus kualitas Sumber Daya Manusia. Secara umum kegiatan belajar mengajar di kelas selama ini tidaklah produktif, sehari-hari kelas diisi dengan ceramah, sementara siswa dipaksa menerima dan menghafal. Untuk menghindari hal semacam itu, haruslah ada pilihan strategi pembelajaran yang lebih berpihak dan memberdayakan siswa. Perkembangan teknologi yang semakin cepat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kurikulum yang ada sekarang. Yakni dengan diberlakukannya kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi sebagai upaya untuk peningkatkan mutu pendidikan. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, pengetahuan, ketrampilan dan sikap dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual dengan cara menciptakan suasana belajar yang kondusif. Mengingat adanya bermacam-macam sifat pada siswa, maka untuk mudah tidaknya dalam memahami materi pelajaran dan termotivasi untuk mempelajarinya, disini guru dituntut lebih kreatif untuk memberikan kemudahan dalam pemahaman materi pelajaran Matematika, dan guru diharapkan dapat menggali kompetensi yang ada dalam diri siswa secara optimal. Berdasarkan hal tersebut, maka diharapkan guru dapat sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan motivasi dan kemudahan dalam memahami materi pelajaran Matematika bagi siswa. Untuk menghindari anggapan bahwa mata pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang membosankan, sulit untuk dipahami, dan dianggap menakutkan oleh sebagian siswa, maka pembelajaran Matematika diupayakan berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dilakukan dengan penuh arti yang dapat ditempuh dengan mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari yakni dengan menggunakan Pendekatan kontekstual (CTL/ Dirjen Dikdasmen Depdiknas, 2003). Berdasarkan pada hal tersebut di atas, maka prestasi belajar Matematika siswa kelas X di SMA Negeri 5 Cimahi secara umum masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian pada setiap pokok materi yang menunjukkan tidak tercapainya ketuntasan belajar siswa yaitu 85 % siswa mendapat nilai minimal 70. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti sebagai guru mata pelajaran matematika, mengenai prestasi belajar siswa di SMAN 5 Cimahi yang secara umum rendah, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah gaya mengajar guru yang kurang bervariatif serta kurangnya media pembelajaran (buku paket LKS dan sarana yang lain). Keberadaan guru yang lebih dominan dalam proses belajar mengajar sehingga partisipasi, minat dan motivasi siswa kurang, serta kurangnya kreativitas guru dalam menghubungkan materi yang dijarkan terhadap kehidupan nyata yang dialami sehari-hari. Maka dari itu, peneliti mencoba untuk menerapkan pendekatan kontekstual di kelas X SMA, sebagai upaya peningkatan prestasi, dan minat belajar siswa yang selama ini rendah. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti terdorong untuk memilih penelitian yang berkaitan dengan hal tersebut dengan judul “Penerapan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Prestasi dan Aktifitas Serta Minat Belajar Siswa Pada Mata pelajaran Matematika Pokok Materi Ruang Dimensi Tiga di Kelas X SMA Tahun Pelajaran 201x/201x”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1 Apakah penerapan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA tahun pelajaran 201x/201x? 2 Apakah penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan aktifitas dan minat belajar siswa terhadap pelajaran Matematika? C. Pemecahan Masalah Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka alternatif pemecahan masalah yang yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah: 1. Dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan merubah strategi pembelajaran. 2. Dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui pembelajaran kontekstual meningkatkan aktifitas dan minat belajar siswa melakukan observasi, lalu merancang evaluasi, situasi belajar dengan pendekatan kontektual. D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai: 1 Peningkatan prestasi belajar siswa kelas X MIA-4 SMA Negeri 5 Cimahi pada mata pelajaran Matematika pokok materi ruang dimensi tiga melalui pembelajaran kontekstual. 2 Aktifitas dan Minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Matematika melalui pembelajaran kontekstual. E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berukut: 1. Membantu para guru Matematika dalam memilih dan menggunakan pendekatan mengajar serta metode yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satunya dengan menggunakan pendekatan kontekstual. 2. Merupakan sumbangan pikiran kepada guru Matematika dalam melaksanakan tugasnya demi tercapainya prestasi belajar Matematika yang maksimal dan meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya. 3. Mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. 4. Bagi sekolah upaya ini dapat memberikan solusi alternatif dari masalah pembelajaran yang ada, guna meningkatkan hasil pembelajaran dan dapat meningkatkan sumber daya manusia. 5. Bagi peneliti, diharapkan dapat menambah wawasan dan khazanah ilmu pengetahuan. F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Penelitian ini terbatas pada: 1. Mata pelajaran Matematika pokok materi ruang dimensi tiga 2. Siswa kelas X SMA tahun pelajaran 201x/201x. G. Definisi Istilah Untuk menghindari adanya salah pengertian di dalam mengartikan judul penelitian ini, maka diperlukan penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini. 1. Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual memiliki banyak pengertian, namun secara garis besar dapat diartikan bahwa, pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Nurhadi dkk, 2004:13). 2. Ruang Dimensi Tiga Bangun yang mempunyai panjang, lebar dan kedalaman (Wahyudin, 2002:149) Dalam penggunaan umum, dimensi berarti parameter atau pengukuran yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sifat-sifat suatu objek yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau ukuran dan bentuk. Dalam matematika dan fisika, dimensi adalah parameter yang dibutuhkan untuk menggambarkan posisi dan sifat-sifat objek dalam suatu ruang. Dalam konteks khusus, satuan ukur dapat pula disebut "dimensi" meter atau inci dalam model geografi, atau biaya dan harga dalam model ekonomi. Sebagai contoh, untuk menggambarkan suatu titik pada bidang (misalnya sebuah kota pada peta) dibutuhkan dua parameter— lintang dan bujur. Dengan demikian, ruang bersangkutan dikatakan berdimensi dua, dan ruang itu disebut sebagai bersifat dua dimensi. Menggambarkan posisi pesawat terbang (relatif terhadap bumi) membutuhkan sebuah dimensi tambahan (ketinggian), maka posisi pesawat terbang tersebut dikatakan berada dalam ruang tiga dimensi (sering ditulis 3D). Jika waktu ditambahkan sebagai dimensi ke-4, "kecepatan" pesawat terbang tersebut dapat dihitung dengan membandingkan waktu pada dua sembarang posisi. Dimensi fisis adalah parameter-parameter yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan di manakah dan bilamanakah sesuatu terjadi; misalnya: Kapankah Napoleon meninggal? — Pada tanggal 5 Mei 1821 di pulau Saint Helena (15°56′LS 5°42′BB). Dimensi fisis memainkan peran mendasar dalam persepsi seseorang terhadap sekitarnya. Teori-teori matematika klasik mendeskripsikan tiga dimensi fisis: dari titik tertentu dalam ruang, arah pergerakan dasar yang mungkin adalah ke atas atau ke bawah, ke kiri atau ke kanan, dan ke depan atau ke belakang. Sembarang pergerakan dapat diungkapkan dengan hanya tiga dimensi tersebut. Bergerak ke bawah samalah dengan bergerak ke atas secara negatif. Bergerak diagonal ke depan atas samalah dengan bergerak dengan kombinasi linear ke depan dan ke atas. Dimensi fisis ruang dapat dinyatakan paling sederhana sebagai berikut: suatu garis menggambarkan satu dimensi, suatu bidang datar menggambarkan dua dimensi, dan sebuah kubus menggambarkan tiga dimensi. Waktu sering disebut sebagai "dimensi keempat". Hal ini menyediakan jalan bagi pengukuran perubahan aspek-aspek fisika. Hal ini dilihat secara berbeda bahwa dari tiga dimensi spasial hanya ada satu dimensi, dan pergerakannya terlihat selalu memiliki nilai pasti dan sejajar dengan waktu (searah). Persamaan-persamaan yang digunakan oleh ahli fisika untuk menyatakan model realitas seringkali tidak memperlakukan waktu sebagaimana manusia memandangnya. Misalnya, persamaan klasikal mekanik yang adalah T-simetri (bersimetri dengan waktu) dengan persamaan dari mekanika kuantum sebenarnya bersimetri jika waktu dan kuantitas lain (seperti C-simetri (charge)) dan matematikaparitas dibalikkan.Pada model ini, persepsi waktu mengalir kesatu arah adalah artefak dari hukum-hukum termodinamika.(Kita melihat waktu mengalir kearah peningkatan (entropi). Orang yang paling terkenal memandang waktu sebagai dimensi adalah Albert Einstein dengan teori relativitas umum yang memandang ruang dan waktu sebagai bagian dari dimensi ke empat. Teori matematikaseperti teori untai (string theory) meramalkan bahwa ruang tempat kita hidup sesungguhnya memiliki banyak dimensi (sering disebutkan 10, 11, atau 26), namun semesta yang diukur pada dimensi-dimensi tambahan ini berukuran subatom. Akibatnya, kita hanya mampu mencerap ketiga dimensi ruang yang memiliki ukuran makroskopik.

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJATERHADAPPROFITABILITAS (ROA) PADA PERUSAHAAN INDUSTRIPENGHASIL BAHAN BAKU SUB SEKTOR PERKEBUNANPERIODE 2013-2017

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Fenti Sepri Ismalinda. NIM 15301210040. Judul Skripsi Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (ROA) pada Perusahaan Industri Penghasil Bahan Baku Sub Sektor Perkebunan Periode 2013-2017. Program Sarjana Ekonomi Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. .Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kera, yaituPerputaran Kas, Perputaran Persediaan, Perputaran Piutang terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan industri penghasil bahan baku sub sektor perkebunan periode 2013-2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran piutang. Untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas (ROA). Populasi penelitian ini adalah perusahaan industri penghasil bahan baku sub sektor perkebunan periode 2013-2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Total sampling. Diperoleh sampel 12 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dengan metode dokumentasi dengan cara mengakses situs www.idx.co.id, www.sahamOK.com, dan situs masing-masing perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) perusahaan. (2) perputaran persediaanberpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) perusahaan. (3) perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) perusahaan.(4) perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran piutang secara simultan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA).

PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF TERHADAP KREATIVITAS ANAK PADA RAUDHATUL ATFHAL AL-FALLAH BINA INSAN ISLAMI SIMPANG ASRAMA SIMPURUIK KECAMATAN SUNGAI TARAB BATUSANGKAR

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

YOSI MALINDA. NIM 13 132 106 (2018). Judul Skripsi: “PENGARUH PERMAINAN KONSTRUKTIF TERHADAP KREATIFITAS ANAK PADA RAUDHATU ATFHAL AL -FALAH BINA INSAN ISLAMI SIMPANG ASRAMA SIMPURUIK KECAMATAN SUNGAI TARAB BATUSANGKAR”. SKRIPSI, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Batusangkar, 2018, 78. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah belum berkembangnya kreativitas anak secara optimal. Kreativitas anak masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satu cara meningkatkan kreativitas anak adalah dengan permainan konstruktif. Oleh karena itu penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan konstruktif terhadap kreativitas anak di RA Al–Falah Batusangkar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk PreEksperiment. Populasi penelitian berjumlah 34 orang anak, dan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 12 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dan dianalisis dengan uji beda (t-test). Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh pretest rata-rata adalah 10,91 dan hasil postest rata-rata 17,08. Oleh karena itu terdapat pengaruh yang signifikan permainan konstruktif terhadap peningkatan kreativitas anak dengan t0 14,6 > tt 2,20. Dari hasil penelitian menunjukan hipotesis diterima dengan taraf signifikan adalah 5 %. Hal ini menunjukan permainan konstruktif dapat meningkatkan kreativitas anak di RA Al–Falah Batusangkar.

Perempuan Dalam Sistem Peradilan Pidana

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perlindungan hukum dapat diartikan bahwa segala upaya atau usaha untuk mempertahankan dan melindungi hak dan kewajiban seseorang melalui peraturan-peraturan di mana tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman kepada setiap orang atau kepada setiap warga negara. Dalam praktiknya, perlindungan hukum terhadap perempuan sering terabaikan. Dengan adanya buku ini, dapat membuka pengetahuan khususnya bagi kaum perempuan terkait dengan hak-haknya ketika menjadi tersangka, terdakwa, terpidana, saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana.

Konsep Pendidik Menurut Buya Hamka

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana Pemikiran Buya Hamka tentang Konsep Pendidik dalam Islam. Adapun ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini adalah konsep pendidik dalam Islam, orang tua sebagai pendidik, Guru sebagai pendidik, masyarakat sebagai pendidik menurut HAMKA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pendidik dalam Islam menurut HAMKA, yang meliputi orang tua, sekolah, dan masyarakat. Adapun yang menjadi kegunaan penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd), pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri IAIN Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang langkah awalnya mengumpulkan bahan-bahan yang berkenaan pembahasan penelitian kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode studi tokoh, yaitu suatu penelitian yang memaparkan atau menggambarkan serta menganalisis konsep pendidik dalam Islam Menurut HAMKA. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dokumentasi. Jenis analisis yang penulis gunakan adalah analisis taksonomi (taxonomy analysis). Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa pendidik menurut Buya Hamka yaitu: a) orang tua sebagai pendidik, dimana orang tua mempunyai peranan yang sangat penting bagi pembentukan kepribadian, akhlak dan budi pekerti anak, dari anak dalam kandungan sampai ia menginjak dewasa. b) guru sebagai pendidik, seorang guru juga mampu memberikan pengajaran dan pendidikan kepada peseta didik, dan guru juga harus saling kerja sama dengan orang tua dalam pendidikan peserta didik. c) masyarakat sebagai pendidik, dalam masyarakat pendidikan juga harus diberikan kepada anak didik, dimasyarakat juga diterapkan norma-norma atau aturan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Masyarakat juga dikatakan orang yang dituakan dalam suatu kaum atau dalam suatu nagari, sebagaimana pepatah minang mengatakan Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN Batusangkar

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP ACHIEVEMENT MOTIVATION (MOTIVASI BERPRESTASI) ANAK SINGLE PARENT DI MTsM PADANG LUAR

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah pokok dalam penelitian ini berkaitan dengan motivasi berprestasi yang dimiliki siswa masih rendah atau kurang, contohnya dalam mengerjakan tugas di rumah, masih banyak siswa mengerjakan tugas di sekolah, sebab siswa tidak memiliki keyakinan akan kemampuan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap achievement motivation (motivasi berprestasi) anak single parent pada kelas VIII di MTsM Padang Luar. Kegunaan penelitian ini adalah untuk mencapai Gelar Sarjana Pendidikan dalam Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Pre-eksperimen, design penelitian mengunakan one group pretest-posttest design yaitu untuk melihat pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Variabel yang dimaksud adalah pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap achievement motivation (motivasi berprestasi) anak single parent. Subjek penelitian ini ada 13 orang, yaitu individu-individu yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan hasil penelitian di MTsM Padang Luar menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara layanan bimbingan kelompok (X) terhadap motivasi berprestasi (Y) anak single patent. Dilihat dari t hitung lebih besar dari t tabel, berarti hipotesis alternatif diterima. Hasil perhitungan statistik hipotesis nihil (ho) yang menyatakan bahwa layanan bimbingan kelompok tidak berpengaruh terhadap achievement motivation (motivasi berprestasi) anak single parent, ditolak dan hipotesis alternatif (ha) yang menyatakan bahwa layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap achievement motivation (motivasi berprestasi) anak single parent, diterima. Artinya, layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi anak single parent pada kelasVIII. Berdasarkan hasil t hitung yaitu 6,42 sedangkan t tabel pada taraf signifikan 1% sebesar 2,781 dengan demikian dinyatakan bahwasanya t hitung lebih besar dari pada t tabel. Berdasarkan hasil di atas dapat dijelaskan bahwa bimbingan kelompok dengan motivasi berprestasi terdapat hubungan yang signifikan sebesar 6,42 .