Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: thaghut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

‎ KONSEP THAGHUT DALAM AL-QURAN (Studi Perbandingan Antara Tafsir An-Nur Karya Hasbi Ash-Shiddieqy ‎dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab)‎

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LIVIA PARAMIZA. NIM 1630301012 (2020). Judul skripsi: “KONSEP ‎THAGHUT DALAM AL-QURAN (Studi Perbandingan Antara Tafsir An-‎Nur Karya Hasbi Ash-Shiddieqy dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish ‎Shihab)”. Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan ‎Dakwah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. ‎ Penelitian ini berdasarkan pengamatan dari media sosial, dan realita yang ‎terjadi saat ini, bahwa banyak orang yang mengetahui ilmu pengetahuan agama ‎dan mengaku beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, namun tidak sedikit di ‎antaranya yang melanggar peraturan Allah Swt dan melakukan perbuatan Thaghut. ‎Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan makna Thaghut menurut ‎Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab, (2) menjelaskan dan menganalisa ‎bentuk-bentuk Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab, (3) ‎menjelaskan dan menganalisa bahaya Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan ‎Quraish Shihab, dan (4) menjelaskan dan menganalisa kewajiban umat Islam ‎dalam menyikapi Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab. ‎ Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) ‎dengan metode analisis tafsir tematik atau maudhu`i dan metode perbandingan ‎atau muqarran. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-‎Quran yang berkaitan dengan konsep Thaghut, kitab Tafsir an-Nur dan kitab ‎Tafsir al-Misbah. Sedangkan sumber data sekunder merupakan buku-buku ‎pelengkap yang berkaitan dengan pokok pembahasan. Untuk pengumpulan data ‎ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan Thaghut penulis menggunakan al-‎Mu‟jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur`an al-Karim. Pengolahan data dilakukan ‎dengan mengklasifikasikan ayat tentang konsep thaghut, kemudian diolah dan ‎digali penafsirannya dengan mengacu kitab tafsir an-Nur dan al-Misbah, dan ‎memaparkan melalui kalimat yang efektif. ‎ Hasil penelitian ini adalah 1) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy, Thaghut ‎memiliki makna yaitu mereka yang taat atau menyembah selain Allah SWT. ‎Menurut Quraish Shihab kataطاعوت ‏‎ (Thaghut) terambil dari akar kata ‎طغي‎ yang ‎berarti melampai batas. Biasanya digunakan untuk yang melampaui batas dalam ‎keburukan. Thaghut yaitu Syaitan, Dajjal, dan yang disembah selain Allah Swt, 2) ‎Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy bentuk-bentuk Thaghut meliputi berhala, tukang ‎tenung. Menurut Quraish Shihab, Jibt, berhala, dukun, penyihir, Dajjal, Syaitan 3) ‎Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy bahaya Thaghut dapat membawa nereka yang ‎awalnya memperoleh petunjuk dan kemudian dibawa kepada kegelapan ‎‎(Zhulumat), dapat juga membawa kepada pertumpahan darah, serta menimbulkan ‎kesyirikan. Menurut Quraish Shihab bahaya Thaghut membawa kepada sesuatu ‎yang terang kepada kegelapan, membawa kepada perperangan dan dapat ‎menimbulkan kesesatan. 4) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy kewajiban sebagai ‎seorang muslim harus menjauhkan diri menyembah berhala. Menurut Quraish ‎Shihab menjauhi perbuatan menyembah patung-patung dan syaitan.‎

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Makna Thaghut Dalam Al-Qur'an Perspektif Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi dalam Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an dan Relevansinya Dengan Kehidupan Modern

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tauhid merupakan prinsip esensial dalam ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah Swt sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah dan menjadi fondasi seluruh aspek kehidupan manusia. Al-Qur’an secara tegas menekankan keimanan kepada Allah serta mengecam segala bentuk penyekutuan terhadapNya, termasuk ketaatan kepada thaghut sebagai entitas yang melampaui batas ketentuan Allah dan menentang nilai-nilai tauhid. Akibatnya, konsep thaghut kurang dipahami secara komprehensif dan relevan dengan realitas kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna thaghut dalam AlQur`an menurut penafsiran Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi dalam Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an, serta menganalisis relevansi pemahaman tersebut dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an karya Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, kitab, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan thaghut dalam Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu‘i), yaitu menghimpun ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan dengan tema thaghut, menelaah penafsiran para mufasir, serta mengklasifikasikan data sesuai dengan subtopik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Asy-Sya‘rawi, 1) Penafsiran thaghut dalam Al-Qur`an menurut tafsir Khawathiri Hawlal Al-Qur`an karya Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi tidak terbatas pada berhala atau setan, tetapi mencakup segala bentuk kekuasaan, aturan, dan nilai yang melampaui batas dan menuntut ketaatan selain kepada Allah. Asy-Sya‘rawi menegaskan bahwa mengingkari thaghut merupakan syarat utama keimanan karena thaghut menjadi sumber kesesatan yang menjauhkan manusia dari kebenaran. 2) Relevansi pemahaman thaghut dalam kehidupan modern terlihat pada fenomena kepemimpinan otoriter, budaya konsumerisme, dan sistem kapitalisme digital yang menempatkan kekuasaan dan materi sebagai tujuan hidup. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsep thaghut tetap aktual sebagai kritik moral dan sosial terhadap penyimpangan nilai tauhid di era modern.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail