Abstrak
ABSTRAK LIVIA PARAMIZA. NIM 1630301012 (2020). Judul skripsi: “KONSEP THAGHUT DALAM AL-QURAN (Studi Perbandingan Antara Tafsir An-Nur Karya Hasbi Ash-Shiddieqy dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab)”. Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Penelitian ini berdasarkan pengamatan dari media sosial, dan realita yang terjadi saat ini, bahwa banyak orang yang mengetahui ilmu pengetahuan agama dan mengaku beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, namun tidak sedikit di antaranya yang melanggar peraturan Allah Swt dan melakukan perbuatan Thaghut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan makna Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab, (2) menjelaskan dan menganalisa bentuk-bentuk Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab, (3) menjelaskan dan menganalisa bahaya Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab, dan (4) menjelaskan dan menganalisa kewajiban umat Islam dalam menyikapi Thaghut menurut Hasbi Ash-Shiddieqy dan Quraish Shihab. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis tafsir tematik atau maudhu`i dan metode perbandingan atau muqarran. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan konsep Thaghut, kitab Tafsir an-Nur dan kitab Tafsir al-Misbah. Sedangkan sumber data sekunder merupakan buku-buku pelengkap yang berkaitan dengan pokok pembahasan. Untuk pengumpulan data ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan Thaghut penulis menggunakan al-Mu‟jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur`an al-Karim. Pengolahan data dilakukan dengan mengklasifikasikan ayat tentang konsep thaghut, kemudian diolah dan digali penafsirannya dengan mengacu kitab tafsir an-Nur dan al-Misbah, dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian ini adalah 1) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy, Thaghut memiliki makna yaitu mereka yang taat atau menyembah selain Allah SWT. Menurut Quraish Shihab kataطاعوت (Thaghut) terambil dari akar kata طغي yang berarti melampai batas. Biasanya digunakan untuk yang melampaui batas dalam keburukan. Thaghut yaitu Syaitan, Dajjal, dan yang disembah selain Allah Swt, 2) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy bentuk-bentuk Thaghut meliputi berhala, tukang tenung. Menurut Quraish Shihab, Jibt, berhala, dukun, penyihir, Dajjal, Syaitan 3) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy bahaya Thaghut dapat membawa nereka yang awalnya memperoleh petunjuk dan kemudian dibawa kepada kegelapan (Zhulumat), dapat juga membawa kepada pertumpahan darah, serta menimbulkan kesyirikan. Menurut Quraish Shihab bahaya Thaghut membawa kepada sesuatu yang terang kepada kegelapan, membawa kepada perperangan dan dapat menimbulkan kesesatan. 4) Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy kewajiban sebagai seorang muslim harus menjauhkan diri menyembah berhala. Menurut Quraish Shihab menjauhi perbuatan menyembah patung-patung dan syaitan.