Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Makna Thaghut Dalam Al-Qur'an Perspektif Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi dalam Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an dan Relevansinya Dengan Kehidupan Modern

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Tauhid merupakan prinsip esensial dalam ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah Swt sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah dan menjadi fondasi seluruh aspek kehidupan manusia. Al-Qur’an secara tegas menekankan keimanan kepada Allah serta mengecam segala bentuk penyekutuan terhadapNya, termasuk ketaatan kepada thaghut sebagai entitas yang melampaui batas ketentuan Allah dan menentang nilai-nilai tauhid. Akibatnya, konsep thaghut kurang dipahami secara komprehensif dan relevan dengan realitas kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna thaghut dalam AlQur`an menurut penafsiran Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi dalam Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an, serta menganalisis relevansi pemahaman tersebut dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an karya Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, kitab, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan thaghut dalam Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu‘i), yaitu menghimpun ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan dengan tema thaghut, menelaah penafsiran para mufasir, serta mengklasifikasikan data sesuai dengan subtopik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Asy-Sya‘rawi, 1) Penafsiran thaghut dalam Al-Qur`an menurut tafsir Khawathiri Hawlal Al-Qur`an karya Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi tidak terbatas pada berhala atau setan, tetapi mencakup segala bentuk kekuasaan, aturan, dan nilai yang melampaui batas dan menuntut ketaatan selain kepada Allah. Asy-Sya‘rawi menegaskan bahwa mengingkari thaghut merupakan syarat utama keimanan karena thaghut menjadi sumber kesesatan yang menjauhkan manusia dari kebenaran. 2) Relevansi pemahaman thaghut dalam kehidupan modern terlihat pada fenomena kepemimpinan otoriter, budaya konsumerisme, dan sistem kapitalisme digital yang menempatkan kekuasaan dan materi sebagai tujuan hidup. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsep thaghut tetap aktual sebagai kritik moral dan sosial terhadap penyimpangan nilai tauhid di era modern.

Kata kunci

thaghut, al-qur’an, tafsir asy-sya‘rawi, kehidupan modern

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makna Thaghut Dalam Al-Qur'an Perspektif Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi dalam Tafsir Khawathiri Hawlal Qur’an dan Relevansinya Dengan Kehidupan Modern2026 · oai:ais:skripsi:12738

Publikasi terkait