ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PUTRI HANDAYANI, NIM 1630202049. Judul skripsi: “Praktek Pembayaran Hutang Dengan Bekerja Ditinjau Dari Fiqh Muamalah Di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar”, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2020. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana pelaksanaan pembayaran hutang dengan bekerja yang dilakukan oleh masyarakat di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar dan Bagaimana pandangan fiqih muamalah terhadap hutang dibayar dengan bekerja di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan pembayaran hutang dengan bekerja yang dilakukan oleh masyarakat di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar dan menganalisis pandangan fiqh muamalah terhadap hutang dibayar dengan bekerja di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data terdiri dari sumber data primer yaitu 7 orang yang berhutang, 7 orang yang memberikan hutang dan 1 orang alim ulama sedangkan sumber data sekunder adalah dokumentasi dan buku-buku dan karya ilmiah yang berhubungan dengan hutang piutang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang penulis gunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa Pelaksanaan pembayaran hutang dengan bekerja yang dilakukan oleh masyarakat di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Sallimpaung Kabupaten Tanah Datar, yaitu hutang piutang uang yang hanya dilakukan secara lisan tanpa ada bukti tulisan. Apabila jatuh tempo, tapi sipeminjam tidak sanggup untuk membayarnya dan pembayarannya dilakukan dengan bekerja diladang orang tersebut dengan upahnya diambil sebagai ganti hutang tersebut. Menurut pandangan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan hutang dibayar dengan bekerja termasuk kedalam riba yang mana pihak berpiutang mengambil kelebihan upah uang kerja saat membayar hutangnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RIKA SUSANTI. NIM, 15301300055 judul skripsi “Utang Piutang Bersyarat Dalam Pengolahan Hasil Pertanian Di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Menurut Hukum Islam” Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bentuk akad utang piutang bersyarat untuk megelolah hasil pertanian di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan cara pembayaran utang piutang bersyarat untuk mengelolah hasil pertanian di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana tata cara akad dan cara pembayaran utang piutang bersyarat untuk mengelolah hasil pertanian di Jorong Kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan menganalisis bagaimana pandangan hukum Islam terhadap utang piutang bersyarat di Jorong kinawai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berbentuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer diantaranya toke (4 orang), petani (4orang), dan niniak mamak (1 orang) dan sumber data sekunder yaitu dokumen-dokumen terkait seperti dokumentasi, buku-buku fikih muamalah serta karya ilmiah lainnya yang mendukung penulisan skripsi penulis, adapun teknik analisis data adalah deskriptif analisis metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, dan setelah itu di simpulkan. Hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa utang piutang bersyarat yang dilakukan di Jorong Kinawai Nagari Balimbing telah memenuhi rukun dan syarat utang piutang sehingga bisa diterima oleh Hukum Islam. Dan juga terdapat kemaslahatan di dalamnya karena adanya unsur tolong menolong antara toke dan petani. Namun akad menjadi rusak karena syarat yang diajukan toke kepada petani ketika akad berlangsung. Cara pembayaran utang piutang bersyarat dilakukan dengan cara toke membeli hasil panen petani kemudian menentukan harganya dan langsung memotong utang petani dari hasil penjualan panen tersebut. Dalam menetapkan harga ada toke yang menetapkan harga sesuai dengan harga pasar, maka hal tersebut sesuai dengan prinsip Islam. Ada juga toke yang menetapkan harga di bawah harga pasar, hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip Islam karena hal tersebut dapat merugikan salah satu pihak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AK YULIA RAHMI NIM. 15301300073. Judul Skripsi Tinjauan Fikih Muamalah Tentang Pelaksanaan Hutang Piutang Petani Padi Di Nagari Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Tinjauan Fikih Muamalah Tentang Tambahan Kewajiban PembayaranHutang Piutang Petani Padi di Nagari Cubadak,ketika membayar hutang setelah panen.Adapun Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Pelaksanaan hutang piutang awalnya petani mendatangi rumah toke untuk meminjam uang, lalu toke mensyaratkan harus memberikan padi yang telah diukur dalam bentuk kaleng yaitu jumlah padi yang diminta berbeda-beda sesuai dengan besar uang yang dipinjam, jika meminjam uang 3 juta maka akan diukur sebanyak 14 kaleng padi, jika hutang 5 juta makaakan diukur sebanyak 20 kaleng padi, jika hutang 10 juta makaakan diukur sebanyak 30 kaleng padi, apabila padi tidak mencukupi diwaktu penyerahan padi yang disyaratkan sepihak maka bisa diganti dengan uang berdasarkan harga padi saat penyerahan.Padi yang disyaratkan sepihak tidak mengurangi jumlah hutang sedikitpun pada saat menyerahkan padi.Selanjutnya untuk memperoleh gelar sarjana Hukum pada Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Istitut Agama Islam Negeri Batusangkar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field Researh). Untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang penulis teliti. Pengumpulan datamelalui wawancara kepada para pihak yang berhutang dan pihak yang berpiutang. kemudian penulis analisis dengan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian ialah bahwa dalam pelaksanaan hutang piutang uang yang mensyaratkan padi diluar pinjaman pokok di Nagari Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman adalah akad yang digunakan akad utang piutang dengan adanya kelebihan yang harus dibayar oleh pihak yang berhutang kepada pihak yang berpiutang yaitu berupa padi tanpa mengurangi jumlah Pinjaman pokok sedikitpun, apabila padi yang diminta tidak mencukupi, maka bisa diganti dengan uang seharga padi yang diminta oleh pihak yang berpiutang tersebut. TinjauanFikih Muamalah tentang pelaksanaan pembayaranhutang piutang petani padi di Nagari Cubadak Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasamantidak secara tertulis dan tidak menghadirkan saksi berdasarka prinsip saling percaya. Pelaksanaanhutang yang mensyaratkan sepihak kelebihan seperti ini dilarang karena kelebihan tersebut diperjanjikan dalam akad dan hal ini termasuk ke dalam riba, jadi hutang piutang ini termasuk kedalam kategori riba qardh
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vina Citra Lestari, Nim 2230202033, Judul: “Analisis Perjanjian Utang Piutang Dengan Hasil Panen Padi Antara Toke Dan Petani (Studi Kasus Nagari Sungai Patai).” Program Studi Hukum Ekonomi Syariah ( Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik utang piutang antara toke dan petani di Nagari Sungai Patai yang pengembaliannya dilakukan melalui hasil panen padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan perjanjian utang piutang antara toke dan petani, dampak yang timbul akibat tidak terbayarnya utang setelah panen, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh para pihak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan toke, petani, dan niniak mamak di Nagari Sungai Patai, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, catatan transaksi, peraturan perundang-undangan, serta literatur yang berkaitan dengan utang piutang (qardh) dan hukum perjanjian. Data dianalisis dengan membandingkan praktik yang terjadi di lapangan dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik utang piutang antara toke dan petani di Nagari Sungai Patai pada dasarnya merupakan akad qardh yang dilaksanakan berdasarkan kesepakatan lisan dan rasa saling percaya. Namun, dalam pelaksanaannya akad tersebut mengandung unsur mu'awadhah karena adanya kewajiban bagi petani untuk menjual hasil panennya kepada toke sebagai pemberi pinjaman. Ditinjau dari perspektif hukum Islam, praktik tersebut telah memenuhi rukun dan syarat akad qardh, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan akad tabarru' karena adanya ketidakseimbangan posisi tawar antara para pihak. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa beban ekonomi bagi petani dan terhambatnya perputaran modal toke, tetapi juga menimbulkan potensi wanprestasi serta menurunkan kepercayaan antara para pihak. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dan mediasi oleh niniak mamak sebagai bentuk Alternative Dispute Resolution (ADR), yang sejalan dengan prinsip ṣulḥ dalam hukum Islam dan dinilai efektif dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mega Kurnia Putri, NIM 1830402061. Judul Skripsi: “Pelaksanaan Gadai Sawah dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar)”. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana proses atau pelaksanaan gadai sawah yang terjadi di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses atau pelaksanaan gadai sawah, dan apa saja keuntungan dalam hal ekonomi gadai bagi penggadai (rahin) dan penerima gadai (murtahin), dan mengetahui apakah proses transaksi gadai di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang sudah sesuai dengan perspektif ekonomi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah wawancara dengan rahin dan murtahin sebanyak 7 orang dan diperkuat dengan dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang penulis gunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian yang penulis temukan dilapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan gadai di Nagari Tanjung pada umumnya penggadai (rahin) mendatangi penerima gadai (murtahin) untuk meminjam uang guna memenuhi kebutuhan dengan sawah sebagai barang jaminan. Hak penguasaan/pemanfaatan sawah berada di tangan penerima gadai (murtahin) sampai pelunasan hutang secara tertulis. Gadai (rahn) menjadi sarana beribadah yaitu tolong menolong (ta’awun) dalam kebaikan ketika ada orang lain yang berada dalam kesusahan, dengan cara meminjamkan sejumlah uang atau emas dan menerima barang jaminan berupa sawah atau lahan pertanian.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ROSANTIKA HARMON Z, NIM 1830202063, judul skripsi “TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP BENTUK AKAD TANGGUNG RENTENG PADA UTANG PIUTANG DI PNM MEKAAR SYARIAH (Studi Kasus Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota)” Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Tahun 2022. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan fiqh muamalah terhadap bentuk akad tanggung renteng pada utang piutang di PNM mekaar syariah (studi kasus Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk akad tanggung renteng pada utang piutang di Nagari Taeh Baruah. Untuk mengetahui tinjauan fiqh muamalah tentang akad tanggung renteng pada utang piutang di PNM Mekaar Syariah yang terjadi di Nagari Taeh Baruah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Metode yang penulis gunakan adalah metode kualitatif yang menggambarkan bagaimana fenomena yang terjadi di masyarakat. Sumber data primer dalam penelitian ini terdapat 5 (orang) orang peminjam/nasabah yang melakukan transaksi utang piutang di PNM Mekaar syariah. Sedangkan sumber data sekunder berupa informasi yang diperoleh dari pegawai di PNM Mekaar Syariah cabang Payakumbuh dan subjek penelitian, sejumlah buku, jurnal, dan artikel yang dapat memberikan informasi yang memperkuat data primer. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa Tanggung Renteng di PNM Mekaar Syariah di Nagari Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan perjanjian yang sasaranya adalah masyarakat yang perekonomian menengah kebawah dan pihak PNM Mekaar (Menciptakan Keluarga Sejahterah), peminjaman ini berbasis kelompok yang beranggotakan sebanyak 10 sampai 15 anggota dalam satu kelompok, dalam pengembalian utang diberlakukan sistem tanggung renteng dengan tujuan agar lancarnya angsuran dan sudah diberlakukan sejak awal berdirinya PNM Mekaar Syariah yang kemudian menjadi tanggung jawab dalam kelompok tersebut. Pandangan fiqh muamalah tentang tanggung renteng pada pembayaran utang piutang di PNM Mekaar Syariah menjadi sarana tolong menolong dan gotong royong bagi sesama anggota dalam kelompok demi kelancaran bersama dalam bertransaksi. Tanggung renteng termasuk kedalam akad hiwalah, yang rukun dan syaratnya sudah terpenuhi. Tanggung renteng akan menciptakan kedisplinan dan rasa transparan sehingga jelas mempermudah pembayaran utang dan karena lebih memberikan manfaat.
BookOpen AccessPDF tersedia
2021•Koleksi Perpustakaan
Nama DIALA ASHARI, NIM 1630202013, Judul skripsi “ Praktik Utang Piutang di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Menurut Fikih Muamalah” Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2021.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, serta tinjauan Fikih Muamalah terhadap praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Menurut Fikih Muamalah.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, serta menjelaskan dan meganalisis tinjauan Fikih Muamalah terhadap praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya sesuai kenyataan. Sebagai sumber data utama, yaitu orang yang terlibat dalam pelaksanaan praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga yang ada di Nagari Koto Tuo Palangki dan sebagai sumber data yang di peroleh diantaranya, sumber data primer yang terdiri 1 orang si pemberi utang (Debitur) dan 6 orang yang berutang (Kreditur). Sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui sejumlah buku, jurnal, artikel dan sumber bacaan lainnya yang ada hubungannya dengan judul peneliti dapat memberikan informasi atau data tambahan untuk memperkuat data primer.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan. Dari segi akad sudah sesuai dengan hukum Islam, yaitu menngunakan akad utang piutang (al-qardh) atau disebut juga akad pinjam mengganti. Pertama dari segi praktik utang piutang tidak sah, karena rukun dan syarat tidak terpenuhi secara umum, yaitu tidak ada saksi dalam pelaksanaan praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Kedua tinjauan Fikih Muamalah terhadap praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung di katakan tidah sah, karena terdapat 2 unsur yang tidak boleh digunakan dalam Fikih Muamalah dalam pelaksanaan praktik utang piutang ini, yaitu ada unsur riba (tambahan pembayaran utang), serta unsur mubazir karena sistem dan jumlah penebangan pohon mangga yang ditebang tidak ditentukan diawal akad, untuk penyelesaian wanprestasi dalam praktik utang piutang dengan jaminan pohon mangga yang ada di Nagari Koto Tuo Palangki Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung menurut Fikih Muamalah di katakan tidak sah, karana terjadi kegagalan pada saat pengembalian utang yang di pinjam. Hal itu tidak diperbolehkan dalam Islam, karena dapat merusak kesejahteraan hidup manusia dan hal tersebut di benci Allah SWT.