ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
WULAN USPITA, NIM 2130104076, thesis title: "THE REASONS OF USING CODE MIXING BY STUDENTS DURING PROPOSAL SEMINAR PRESENTATION (Study of the English Teaching Department Students of UIN Mahmud Yunus Batusangkar 2024/2025 Academic Year)" English Teaching Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Science, Mahmud Yunus State Islamic University Batusangkar. The problem in this research is that the reasons why students' used code mixing in question and answer session of proposal seminar presentation have not been revealed. The aims of this research is to find out what the reasons are the students' used code mixing in question and answer session during proposal seminar presentation at UIN Mahmud Yunus Batusangkar in the 2024/2025 academic year. This research used qualitative research methods using qualitative descriptive design. The informants of this research are six students of English Teaching Department who already folloewd proposal seminar at UIN Mahmud Yunus Batusangkar in 2024/2025 academic year. The informants of this research were selected using purposive sampling technique. In this research, the researcher acted as a key instrument and used Interview guidelines and voice recorder. The technique of data collection in this research was to conducted an interview technique. The interview was conducted directly. To test the validity of the data, researcher used triangulation techniques. Furthermore, researcher used Miles and Huberman's interactive model data analysis technique which includes data reduction, data display, and data verification and conclusions. The results of the research shows that there are five reasons students use code mixing in question and answer session of proposal seminar presentation: 1) Afraid of Making Mistake, 2) Intention of Clarifying the Speech Content for The Interlocutor, 3) Repetition Used of Clarification, 4) Limited of Vocabulary and 5) Talking About Particular Topic.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The problem of this study was the advantages of English students attending research proposal seminars were not revealed yet. The purpose of this study was to describe the students’ opinion on the advantages of attending research proposal seminars. This study used qualitative approach with a phenomenology method. The informants were English Department students who had attended the proposal seminar on the day of the seminar. The informants were nine students who were selected using the accidental sampling technique. In this study, the researcher acted as the key instrument and the interview guide as the supporting instrument. In connecting the data, she interviewed the research informants. Furthermore, in analyzing the data, data reduction, data display, and data verification are used. To test the trustworthiness of the data, triangulation was used to confirm information that was unclear in the previous interview. The results show that there are seven opinions of English students about the advantages of attending research proposal seminars, namely: 1) knowing the process of a proposal seminar, 2) increasing knowledge, 3) preparing themselves for the proposal seminar, 4) knowing how to write a good proposal, 5) adding friends, 6) improving presentation skills, and 7) being a forum to identify and solve research-related problems. Permasalahan dari penelitian ini adalah belum terungkapnya manfaat mahasiswa bahasa Inggris yang menghadiri seminar proposal penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendapat mahasiswa tentang manfaat menghadiri seminar proposal penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris yang mengikuti seminar proposal pada hari pelaksanaan seminar. Informan berjumlah sembilan orang mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci dan panduan wawancara sebagai instrumen pendukung. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan wawancara dengan para informan penelitian. Selanjutnya, dalam menganalisis data, digunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Untuk menguji kepercayaan data, triangulasi digunakan untuk mengkonfirmasi informasi yang kurang jelas dalam wawancara sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh pendapat mahasiswa Bahasa Inggris tentang manfaat menghadiri seminar proposal penelitian, yaitu: 1) mengetahui proses seminar proposal, 2) menambah pengetahuan, 3) mempersiapkan diri untuk seminar proposal, 4) mengetahui cara menulis proposal yang baik, 5) menambah teman, 6) meningkatkan kemampuan presentasi, dan 7) menjadi wadah untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah terkait penelitian.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAUZIA REIHANIL JANNAH, NIM. 1830104019. Judul Skripsi: "AN ANALYSIS OF FLOUTING MAXIMS USED BY STUDENTS DURING PROPOSAL SEMINAR" Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Flouting Maxim bisa terjadi di berbagai situasi pendidikan. Salah satu situasinya yaitu di sebuah seminar proposal. Di dalam seminar proposal, adanya interaksi antara dosen dan siswa. Dalam melakukan interaksi, seorang dosen memberikan saran, kritikan, pertanyaan untuk meminta klarifikasi, konfirmasi, dan untuk mengetes pemahaman siswa terhadap apa yang telah dibuat. Dalam memberikan respon dosen, adanya kemungkinan seorang siswa melakukan flouting maxim. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan siswa dalam menanggapi pertanyaan dosen, mereka tidak paham dengan maksud pertanyaan dosen atau mungkin mereka merasa nerveous dan sebagainya. Jadi, Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya jenis-jenis flouting maxim yang terjadi selama seminar proposal di Program Studi Bahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis flouting maxim dan untuk menunjukkan flouting maxim yang sering digunakan oleh mahasiswa yang terjadi selama seminar proposal. Penelitian ini adalah penelitian qualitative menggunakan desain content analysis yang menggambarkan jenis-jenis flouting maxim yang terjadi selama seminar proposal. Penelitian ini menggunakan dokumen tertulis dari hasil transkripsi rekaman video pada mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus di tahun ajaran 2021/2022. Data dari penelitian ini adalah semua utterances that consist of flouting maxim yang digunakan oleh mahasiswa Bahasa Inggris yang sedang melaksanakan proposal seminar. Data dari penelitian ini dikumpulkan dari bulan Maret-Juni. Sumber data dalam penelitian ini adalah 11 dokumen yang terdiri dari interaksi antara penguji, pembimbing dan siswa selama seminar proposal. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan langkah-langkah menurut Venderstoep and Johnston, dimana hasilnya berupa “Data Analysis”. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa maxim yang di flouting siswa saat proposal seminar. Jumlah flouting maxim yang ditemukan adalah 91 utterances dengan rincian 33 (36%) flouting maxim of quantity, 17 (19%) flouting maxim of quality and 41 (45%) utterances flouting maxim of relevance. Dari data diatas, Flouting maxim yang paling sering diucapkan mahasiswa Bahasa Inggris adalah flouting maxim of relevance.