ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
RIZKY AMELIA PUTRI, NIM 15300900050. Skripsi, PERANAN GURU ANAK USIA DINI DALAM MENANGANI ANAK AUTIS DI AUTISCARE SNEC BALAI LABUAH BAWAH LIMA KAUM BATUSANGKAR, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya anak yang mengalami gangguan autis di sekolah Autiscare Snec. Anak yang mengalami autis berusia 8 tahun tergolong autis sedang yang mengalami tiga gangguan, yaitu gangguan interaksi, gangguan komunikasi, dan gangguan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peranan guru anak usia dini dalam menangani anak autis.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang suatu keadaan / kasus dengan cara langsung melakukan observasi dan wawancara tentang peranan guru anak usia dini dalam menangani anak autis di Autiscare Snec. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang anak yang mengalami gangguan autis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Guru Anak Usia Dini dan Wakil kurikulum di Sekolah Autiscare Snec. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik mengcek keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi.
Hasil yang peneliti peroleh dari penelitian di Sekolah Autiscare Snec menunjukkan bahwa peranan guru dalam menangani anak autis terlihat dari guru sudah mampu membimbing dan guru berusaha mengembangkan kemampuan anak untuk berkomunikasi dua arah. Guru mampu menerapkan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak dan menfasilitasi segala kebutuhan anak untuk kelancaran belajar saat di sekolah, seperti media pembelajaran. Guru berusaha menimbulkan atau memunculkan suatu keinginan anak dengan memberikan motivasi kepada anak serta menanyakan keinginan atau yang dicita-citakan oleh anak tersebut. Setelah guru mengetahui jawaban dari anak guru memberikan pujian atau reward.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sinta Maida Yanti, NIM.1830101071, judul Skripsi Peranan Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SMPN 2 Lembah Gumanti , Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2024 Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan pada peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMPN 2 Lembah Gumanti. Dari hasil observasi awal masalah yang ditemukan adalah minat siswa untuk belajar masih kurang, siswa mengobrol saat guru menerangkan, siswa tidur saat guru menerangkan pembelajaran, motivasi dari orang tua nya kurang, siswa ribut di dalam kelas, nilai murni siswa rendah. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dilakukan pengamatan di dalam kelas saat guru mengajar,observasi dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2024 jenis observasi yang dilakukan adalah observasi terstruktur, wawancara dilakukan wawanacara tak terstruktur dengan guru mata pelajaran PAI, siswa dan wakil kurikulum dan dokumentasi, dokumentasi dilakukan mengambil gambar, rekaman suara dan rekaman vidio saat wawancara dan pengamatan dalam kelas, Teknik Analisis Data yang penulis lakukan dengan cara reduksi data yaitu memilih data yang didapat dari informan dan memfokuskan pada hal yang penting dari data yang didapat dari informan, penyajian data disajikan berupa naratif teks yaitu dalam bentuk catatan- catatan dan penjabaran hasil wawancara dengan informan I, II, III, dan IV dan penarikan kesimpulan setelah dilakukan reduksi data dan penyajian data maka dapat melakukan penarikan kesimpulan. Sedangkan Teknik Penjaminan Keabsahan Data menggunakan teknis triangulasi dengan membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara. Hasil penelitian ini a). Peranan guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar anak, guru memiliki peran yaitu sebagai pemimpin belajar yaitu memimpin siswa dalam kelas dan juga menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa paham kemana arah pembelajaran, guru sebagai motivator guru memberikan pujian seperti bagus, komentar dan menciptakan suasana menyenangkan dalam kelas adalah suatu peran guru agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, peran guru sebagai evaluator dan pengelola dalam kelas yaitu dengan memberikan nilai dan memberikan umpan balik yang positif, guru harus mampu memberikan umpan balik yang baik atas hasil kerja siswa . b). Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar ada dua yaitu internal dan eksternal. Faktor internal yaitu motivasi dalam diri siswa, minat dan bakat dan rasa malas faktor internal ini termasuk jenis motivasi intrinsik yang ada pada diri siswa. Faktor eksternal yaitu teman sebaya, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat tekanan sosial, prestasi termasuk motivasi ekstrinsik yang dapat merangsang motivasi siswa dari luar diri siswa .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Elda Refa Zulfa, NIM 1830304004, judul skripsi : Peranan Guru Dalam Meningkatkan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah di SMP Negeri 3 Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2023. Skripsi ini membahas mengenai “Peranan Guru Dalam Meningkatkan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Di SMP Negeri 3 Pariangan Kabupaten Tanah Datar”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, faktor pendukung, faktor penghambat dan upaya apa yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yang dihadapi oleh guru dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar siswa/siswi SMP 3 Pariangan. Jenis Penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penjamin keabsahan data pada penelitian ini menggunakan tringulasi teknik, sumber, dan perpanjangan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan penelitian, peranan guru dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar sangat penting, terbukti dengan motivasi yang gencar diberikan oleh kepala sekolah dan guru, informator yang mana guru berperan meberi informasi kepada siswa contoh tentang adanya koleksi terbaru. Fasilitator yang mana peran guru disini adalah menfasilitasi siswa dalam proses belajar contoh nya guru mengajar diperpustakaan dengan menggunakan fasilitas yang ada diperpustakaan. Selain itu guru juga memberikan waktu khusus kepada siswa untuk membaca di perpustakaan sebelum masuk jam pelajaran dan guru juga bekerja sama dengan pustakawan dalam pemanfaatan koleksi yang tersedia dan dimanfaatkan oleh siswa dalam mengerjakan tugas dan berbagai intruksi yang diberikan oleh guru. Kemudian, adanya faktor pendukung dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan sebagai sumber belajar yang mana adanya pembaharuan koleksi dan anggaran dana setiap tahun nya. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurang nya minat baca siswa, dan tidak adanya pengelola perpustakan yang ahli dibidang ilmu perpustakaan. Adapun upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan pemanfataan perpustakaan tersebut yaitu untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah mengutus untuk pengelola perpustakaan mengikuti berbagai BIMTEK atau pelatihan tentang perpustakaan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfataan perpustakaan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Yosi Amelia NIM: 1730109064 judul skripsi “Peranan Guru Dalam Mengenalkan Pendidikan Seks Di TK Kemala Bhayangkari di Batusangkar”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2022. Masalah pada penelitian ini adalah terdapat beberapa fakta mengenai peranan guru dalam mengenalkan pendidikan seks. Fenomena yang terdapat dalam lapangan bahwa di TK Kemala Bhayangkari telah mengajarkan pendidikan seks untuk anak usia dini, Adapun beberapa metode yang guru gunakan saat memberikan pendidikan seks pada anak di sekolah, ini adalah dengan bercerita, diskusi atau tanya jawab, kegiatan menggambar, syair, permainan, bernyanyi, nonton bareng, serta bisa dengan strategi pembelajaran pembiasaan, dengan program aku dan diriku, bertujuan untuk menanamkan pendidikan seksual kepada anak-anak agar anak mengerti bahaya yang ada disekitar dan apa yang harus dilakukan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peranan guru dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak TK terkhusunya di TK Bhayangkari Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. dalam penelitian ini yang menjadi media utama adalah peneliti sendiri. Sedangkan instrumen pendukung yaitu instrumen yang menunjang kelengkapan penelitian seperti buku catatan, kamera dan vidio. Ada tiga tahapan anlisis data yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusing drawing). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara. Teknik penjamin keabsahan data yang dimana peneliti menganalisis secara mendalam dari hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai peranan guru dalam mengenalkan pendidikan seks di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar, maka dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam mengenalkan pendidikan seks sebagai pendidik di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar adalah dengan cara memulai mengenalkan bagian tubuh yang boleh dilihat dan disentuh orang lain. Peranan guru sebagai model dalam mengenalkan pendidikan seks di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar yaitu untukmengajarkan dan mengenalkan perbedaan jenis kelamin kepada anak yaitu dengan memperlihatkan jenis kelamin, ciri khas perempuan seperti apa, dan laki-laki seperti apa, dengan mencerminkan cara berpakaian dan cara beretika seperti laki-laki dan perempuan. Peranan guru sebagai penasehat di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar yaitu dengan memberikan nasehat melalui media/alat peraga yang menarik sehingga pesan-pesannya dalam mengenalkan pendidikan seks bisa diterima oleh anak, dengan metode bercerita untuk menyampaikan pesan moral dan agama kepada anak tentang pengenalan seks. Peranan guru sebagai motivator di TK Kemala Bhayangkari Batusangkar adalah memberikan motivasi menumbuhkan rasa percaya anak tentang pendidikan seks adalah dengan cara selalu memotivasi anak untuk bersikap baik,dengan menegur anak kalau ada bersikap yang tidak baik, peranan guru sebagai sumber belajar yaitu guru harus menguasai materi pembelajaran pendidikan seks.