Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Grover
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kebangkrutan dengan Menggunakan Metode Grover pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Periode 2014-2018

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MUTIA EKA DESFITA, NIM 15 301 2100 70, dengan judul skripsi “Analisis Kebangkrutan dengan Menggunakan Metode Grover pada Prusahaan Sub Sektor Transportasi Periode 2014-2018” Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana tingkat kebangkrutan pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 2014-2018 di ukur dengan menggunakan metode Grover Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebangkrutan pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 2014-2018 dengan metode Grover Score . Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukkan pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi yang penulis akses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w.w.w.idx.co.id. penelitian ini menggunakan data skunder berupa laporan keuangan yang penulis dapatkan dari laporang keuangan Perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 2014-2018 yang diambil melalui situs w.w.w.idx.co.id. Hasil analisis kebangkrutan Sub Sektor Transportasi periode 2014-2018 dari sebelas perusahaan Sub Sektor Transportasi terdapat delapan perusahaan menunjukkan nilai Grover-Score ≤-0,02 yang artinya Sub Sektor Transportasi berada dalam kondisi berpotensi bangkrut (kesulitan keuangan) yang diprediksi mengalami kegagalan keuangan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN METODE GROVER PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2018-2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mutia Niswatul Khairani, NIM 1930403065, dengan judul skripsi “Analisis Kebangkrutan Dengan Metode Grover Pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di BEI Periode 2018-2022” Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa fenomena yang terjadi pada tahun 2018-2022 yaitu pertama, harga Bahan Bakar Minyak naik yang berdampak pada tarif transportasi. Kedua, adanya wabah Covid-19 yang berdampak pada pergerakan transportasi masyarakat ke dalam atau luar kota. Ketiga, ekonomi dunia menurun yang berdampak pada terhambatnya proses ekspor dan impor. Dari adanya fenomena yang disebutkan, maka akan membuat perusahaan-perusahaan transportasi mengalami kenaikan dan penurunan yang terus terjadi pada modal kerja, aset, dan laba pada perusahaan Sub Sektor Transpotasi yang terdaftar di BEI periode 2018-2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebangkrutan pada perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 2018-2022 dengan menggunakan metode Grover score. Jenis penelitian penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitaf. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Sub Sektor Transportasi. Penelitian ini menggunakan data skunder yang berupa laporan keuangan perusahaan Sub Sektor Transportasi periode 2018-2022. Hasil analisis kebangkrutan Sub Sektor Transportasi periode 2018-2022 dari 16 ada 12 perusahaan yang mendapatkan nilai G ≤ -0,02, yang artinya perusahaan masuk dalam ketegori berpotensi bangkrut (kesulitan keuangan). Hasil persentase prediksi potensi kebangkrutan pada tahun 2018 yaitu sebesar 62,5% kemudian menurun pada tahun 2019 yaitu sebesar 43,75%. Pada tahun 2020 meningkat kembali menjadi 68,75%. tahun 2021 kembali menurun menjadi 56,27%, tahun 2022 juga menurun menjadi 43,75%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Prediksi Potensi Kebangkrutan Dengan Menggunakan Model Altman Z-Score, Springate, dan Grover Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2015-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reza Suci Adelia, Nim 1830403088, Judul Skripsi “Analisis Prediksi Potensi Kebangkrutan Dengan Menggunakan Model Altman Z-Score, Springate, Dan Grover Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2015-2020” Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, tahun ajaran 2022. Masalah dalam penelitian ini adalah perlambatan yang terjadi pada perkembangan dan pertumbuhan pembiayaan serta dana pihak ketiga, dan penurunan laba bersih bahkan mengalami laba bersih negatif pada Bank Umum Syariah serta Bank Umum Syariah yang menggunakan liabilitas yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan modal dari dalam perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis prediksi potensi terjadinya kebangkrutan pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2015-2020 dengan menggunakan model Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2020 yaitu terdapat 14 Bank Umum Syariah, dengan menggunakan kriteria tertentu maka terdapat 12 Bank Umum Syariah yang menjadi sampel penelitian ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yakni melalui jurnal, buku yang terkait dengan penelitian. Teknis analisis data menggunakan rumus analisis kebangkrutan yang terdiri atas Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Altman Z-Score dari 12 Bank Umum Syariah terdapat 3 Bank Umum Syariah yang berada pada kondisi grey area, yakni Bank Panin Dubai Syariah, Bank Syariah Bukopin, dan Bank Victoria Syariah. Hasil perhitungan menggunakan rumus Springate dari 12 Bank Umum Syariah terdapat 9 Bank Umum Syariah dalam kategori bangkrut yakni, Bank BCA Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Bank Maybank Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Victoria Syariah. Sedangkan Bank yang berada dalam kondisi grey area yaitu Bank Mega Syariah. Hasil perhitungan menggunakan rumus Grover dari 12 Bank Umum Syariah menunjukkan kondisi dalam kategori aman. Kata Kunci: Kebangkrutan, Altman Z-Score, Springate, Grover

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kebangkrutan pada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Liska Febrimaiko, NIM. 1830404063, Judul Skripsi “Analisis Kebangkrutan pada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Periode 2016-2020”, Jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah dalam penelitian ini yaitu aset PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk mengalami penurunan secara drastis dari tahun 2019 hingga tahun 2020, pendapatan perusahaan menurun diikuti dengan kerugian yang dialami perusahaan serta perusahaan mengalami defisiensi modal karena kewajiban perusahaan lebih besar daripada total aset yang dimiliki. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis prediksi kebangkrutan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk periode 2016-2020 dengan menggunakan metode Altman Z-Score dan Grover G-Score. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Tempat penelitian ini adalah pada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk periode 2016-2020 yang diakses melalui situs www.idx.co.id. Hasil penelitian pada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk menggunakan metode Altman Z-Score, yaitu pada tahun 2016 hingga 2018 kondisi keuangan perusahaan berada dalam kategori sehat. Tahun 2019 dan tahun 2020, kondisi keuangan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk tidak sehat dan berpotensi mengalami kebangkrutan. Hasil penelitian pada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk menggunakan metode Grover G-Score, yaitu pada tahun 2016 hingga 2018 kondisi keuangan perusahaan berada dalam kategori sehat. Tahun 2019 dan tahun 2020, kondisi keuangan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk tidak sehat dan berpotensi mengalami kebangkrutan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, ZMIJEWSKI & GROVER PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR OTOMOTIF DAN KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RISKON PERDANA, NIM 1630402101 dengan judul skripsi: “Analisis Tingkat Kebangkrutan Perusahaan dengan Metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, & Grover pada Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah laba pada perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen yang cenderung mengalami penurunan dan mengalami kerugian dari tahun 2018-2020 dan bagaimana tingkat kebangkrutan pada Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen periode 2018-2020 apabila diukur dengan menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, & Grover. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kebangkrutan Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen dengan menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski, & Grover. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen periode 2018-2020 yang diambil melalui situs www.idx.co.id. Hasil analisis kebangkrutan pada Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen periode 2018-2020 menunjukkan bahwa dengan Metode Altman Z-Score dari 13 Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen, pada tahun 2018 dan tahun 2019 terdapat 6 perusahaan yang berpotensi bangkrut, dan tahun 2020 terdapat 7 perusahaan yang berpotensi bangkrut. Kemudian dengan Metode Springate dari 13 Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen, pada tahun 2018 dan tahun 2019 terdapat 9 perusahaan yang berpotensi bangkrut, dan tahun 2020 terdapat 12 perusahaan yang berpotensi bangkrut. Kemudian dengan Metode Zmijewski dari 13 Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen, pada tahun 2018 terdapat 1 perusahaan yang berpotensi bangkrut, lalu pada tahun 2019 dan tahun 2020 terdapat 2 perusahaan yang berpotensi bangkrut. Kemudian dengan Metode Grover dari 13 Perusahaan Sub Sektor Otomotif dan Komponen, pada tahun 2018 terdapat 5 perusahaan yang berpotensi bangkrut, pada tahun 2019 terdapat 3 perusahaan yang berpotensi bangkrut, dan pada tahun 2020 terdapat 2 perusahaan yang berpotensi bangkrut.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GROVER (STUDI KASUS SUB SEKTOR PULP & KERTAS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017)

2018•Koleksi Perpustakaan

Meli Irawati, Nim 14 231 059, dengan judul skripsi: “Analisis Kebangkrutan Dengan Menggunakan Metode Grover (Studi Kasus Sub Sektor Pulp dan Ketas yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017)”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2018. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kebangkrutan perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas periode 2013-2017 diukur dengan menggunakan metode Grover Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebangkrutan pada perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas periode 2013-2017 dengan metode Grover Score. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas periode 2013-2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang penulis dapatkan dari laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas periode 2013-2017 yang diambil dengan melalui situs www.idx.co.id. Hasil penelitian adalah dari lima perusahaan terdapat dua perusahaan yang berada pada kebangkrutan yaitu pertama, PT Fajar Surya Wisesa Tbk bangkrut pada tahun 2015 saja dengan memperoleh nilai G-Score -0,05 dengan berada pada rentang nilai G ≤ -0,02 artinya, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, dimana perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar yang disebabkan karena beban pokok yang besar, beban umum dan adm dan juga perusahaan mengalami kerugian kurs mata uang asing. Yang kedua, PT Kertas Basuki Rachmat Tbk selama tiga tahun perusahaan mengalami kebangkrutan. Pada tahun 2015 memperoleh nilai G-Score sebesar -0,20, kemudian pada tahun 2016 sebesar -0,40 dan tahun 2017 sebesar -0,40 dengan berada pada rentang nilai G ≤ -0,02 artinya, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, dimana perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar, hutang lancar lebih besar dari pada aset lancar dan juga modal perusahaan terus mengalami penurunan dari tahun 20132017.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail