Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Editing
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Editor Video Dalam Menyajikan Program Berita Sumatera Barat Hari Ini di LPP TVRI Sumatera Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Busri Saputra. Nim 15 3016 000 03 Judul Skripsi “Peran editor video dalam menyajikan program berita Sumatera Barat Hari Ini di LPP TVRI Sumatera Barat” Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Beberapa tahapan pembuatan suatu film atau berita yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pasca produksi yang tidak lain adalah proses editing yang bersifat menyambung gambar dan suara dengan tujuan memberikan cerita yang berkelanjutan pada benang merah Pasca produksi yang tidak lain adalah proses editing yang bersifat menyambung gambar dan suara dengan tujuan memberikan cerita yang berkelanjutan pada benang merah. Seorang editor dapat menambahkan pesan dengan mengkombinasikan informasi dari berbagai sumber. Menentukan apa yang dibutuhkan penonton,Untuk mendapatkan hasil editing yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan,disini diperlukan teknik editing yang baik. Apalagi editor harus tau apa saja gambar yang layak ditayangkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh editor saat pasca produksi program berita dan apa saja peran editor saat editing di LPP TVRI Sumatera Barat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan latar LPP TVRI Sumatera Barat. Objek dari penelitian ini adalah peran editor dalam menyajikan berita di LPP TVRI Sumatera Barat dengan mengambil 2 editor video yang khusus menangani berita. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara secara mendalam dan semi terstruktur untuk mendapatkan hasil serta informasi lengkap sesuai yang dibutuhkan oleh peneliti, analisis data menggunakan analisis moelong. Hasil penelitian menemukan (1) Editor megumpulkan bahan gambar atau video yang diperoleh dari kameramen dan kontributor lapangan, serta hasil dubing atau perekaman suara dan editing offline yang mana mencatat durasi video untuk di sesuaikan dengan waktu penayangan agar durasi video tidak melebihi dari yang telah di tentukan setelah itu pengecekan alat yang akan di gunakan dalam proses editing agar tidak ada kendala lagi.(2) Setelah pengumpulan bahan gambar atau video, editor melakukan pemotongan video kemudian mengoreksi file-file video yang tidak layak untuk di tampilkan dan di gabungkan menjadi video yang utuh sesuai dengan skenario atau naskah.Kemudian editor memperjelas suara gambar atau video dan suara dubbing serta menambah titel-titel untuk memperjelas keterangan video sehingga khalayak paham dengan gambar atau video yang ditampilkan.(3) Tahapan evaluasi sendiri dilakukan satu kali seminggu, dimana apabila dilakukan agenda rapat redaksi untuk pembahasan mengenai tayangan yang layak untuk di tampilkan, serta pembahsan kualitas gambar dan dubbing yang tidak berulang-ulang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS EDITING VISUAL DALAM FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abdul Hadi, NIM 2230302001. Judul Skripsi: “Analisis Editing Visual Dalam Film Pengkhianatan G30s/Pki”. Program Sarjana Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Film Pengkhianatan G30S/PKI (1984) yang disutradarai oleh Arifin C. Noer bukanlah sekadar karya sinematik, melainkan sebuah instrumen propaganda negara yang sangat berpengaruh, diproduksi di bawah arahan langsung Brigjen Gufran Dwipayana, staf khusus Presiden Soeharto, yang pada masa itu menjabat sebagai Direktur Perum Produksi Film Nasional (PPFN). Film ini secara sistematis dijadikan tontonan wajib tahunan di stasiun televisi nasional TVRI dan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia hingga tahun 1998, menjadikannya instrumen utama pembentukan ingatan kolektif bangsa mengenai peristiwa kelam 1965. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik editing visual dalam film pengkhianatan G30s/PKI melalui empat dimensi teori editing continuity editing dari David Bordwell dan Kristin Thompson yaitu grafis, ritmis, spasial, dan temporal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis film. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan menonton film pengkhianatan G30s/PKI, analisis adegan per adegan, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa film Pengkhianatan G30S/PKI dibangun melalui penerapan empat aspek hubungan editing menurut Bordwell dan Thompson, yaitu graphic relations, rhythmic relations, spatial relations, dan temporal relations. Keempat aspek tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membentuk struktur visual dan naratif yang mampu mengarahkan cara penonton memahami tokoh, ruang, waktu, serta perkembangan konflik yang ditampilkan dalam film.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Unsur Sinematik Dalam Membangun Dramatik Pada Film Bad Boys Ride or Die

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faiqal Berlian Bramis, NIM 2130302018, Judul Skripsi Analisis Unsur Sinematik Dalam Membangun Dramatik Pada Film Bad Boys: Ride or Die Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negri (UIN) Mahmud Yunus , Batusangkar, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana unsur-unsur sinematik seperti sinematografi, mise-en-scène, dan editing digunakan secara strategis dalam membangun atmosfer dramatik dalam film. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis sinematik dengan metode deskriptif kualitatif yang menekankan pada observasi visual dan auditif terhadap 20 adegan pilihan dalam film. Teori yang digunakan meliputi teori sinematik dari David Bordwell tentang konstruksi naratif dan visual, teori Joseph V. Mascelli mengenai aspek sinematografi dan penyutradaraan,. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan setiap adegan secara mendalam melalui tiga fokus utama: deskripsi visual dan auditif, penguraian unsur sinematik (sinematografi, editing, mise-en-scène), dan interpretasi dramatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komposisi kamera yang dinamis, permainan cahaya kontras, ritme penyuntingan yang cepat, serta tata artistik yang terencana mampu membangun ketegangan emosional dan dramatik dalam film. Interaksi antara karakter, latar, dan gerak kamera turut memperkuat kesan dramatik yang dihadirkan dalam narasi. Film ini berhasil memadukan estetika sinematik dengan elemen dramatik yang efektif sehingga mendukung alur cerita secara keseluruhan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail