Peran Editor Video Dalam Menyajikan Program Berita Sumatera Barat Hari Ini di LPP TVRI Sumatera Barat
Busri Saputra. Nim 15 3016 000 03 Judul Skripsi “Peran editor video dalam menyajikan program berita Sumatera Barat Hari Ini di LPP TVRI Sumatera Barat” Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Beberapa tahapan pembuatan suatu film atau berita yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pasca produksi yang tidak lain adalah proses editing yang bersifat menyambung gambar dan suara dengan tujuan memberikan cerita yang berkelanjutan pada benang merah Pasca produksi yang tidak lain adalah proses editing yang bersifat menyambung gambar dan suara dengan tujuan memberikan cerita yang berkelanjutan pada benang merah. Seorang editor dapat menambahkan pesan dengan mengkombinasikan informasi dari berbagai sumber. Menentukan apa yang dibutuhkan penonton,Untuk mendapatkan hasil editing yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan,disini diperlukan teknik editing yang baik. Apalagi editor harus tau apa saja gambar yang layak ditayangkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh editor saat pasca produksi program berita dan apa saja peran editor saat editing di LPP TVRI Sumatera Barat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan latar LPP TVRI Sumatera Barat. Objek dari penelitian ini adalah peran editor dalam menyajikan berita di LPP TVRI Sumatera Barat dengan mengambil 2 editor video yang khusus menangani berita. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara secara mendalam dan semi terstruktur untuk mendapatkan hasil serta informasi lengkap sesuai yang dibutuhkan oleh peneliti, analisis data menggunakan analisis moelong. Hasil penelitian menemukan (1) Editor megumpulkan bahan gambar atau video yang diperoleh dari kameramen dan kontributor lapangan, serta hasil dubing atau perekaman suara dan editing offline yang mana mencatat durasi video untuk di sesuaikan dengan waktu penayangan agar durasi video tidak melebihi dari yang telah di tentukan setelah itu pengecekan alat yang akan di gunakan dalam proses editing agar tidak ada kendala lagi.(2) Setelah pengumpulan bahan gambar atau video, editor melakukan pemotongan video kemudian mengoreksi file-file video yang tidak layak untuk di tampilkan dan di gabungkan menjadi video yang utuh sesuai dengan skenario atau naskah.Kemudian editor memperjelas suara gambar atau video dan suara dubbing serta menambah titel-titel untuk memperjelas keterangan video sehingga khalayak paham dengan gambar atau video yang ditampilkan.(3) Tahapan evaluasi sendiri dilakukan satu kali seminggu, dimana apabila dilakukan agenda rapat redaksi untuk pembahasan mengenai tayangan yang layak untuk di tampilkan, serta pembahsan kualitas gambar dan dubbing yang tidak berulang-ulang.