ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEVIN PRATAMA PUTRA, NIM 15300400049, judul skripsi: “AN ANALYSIS OF FILLED PAUSES FOUND IN ENGLISH STUDENTS’ CONVERSATION (A Study of The Third Semester Students of English Teaching Department in English for Tourism Subject of IAIN Batusangkar Registered in 2020/2021 Academic Year)”, Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan pada penelitian ini adalah keragu-raguan mahasiswa ketika berbicara bahasa Inggris, sehingga adanya jeda dalam tuturan mahasiswa, pada saat melaksanakan ujian tengah semester dalam mata kuliah English for Tourism. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja jenis-jenis jeda yang ditemukan dalam tuturan mahasiswa pada saat berbicara bahasa Inggris, dan apa saja fungsi dari jeda yang ditemukan dalam tuturan mahasiswa pada saat berbicara bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode analisis konten. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Partisipan dari penelitian ini adalah mahasiswa Tadris Bahasa Inggris semester tiga yang mengambil mata kuliah English for Tourism tahun akademik 2020/2021. Peneliti mengumpulkan data dari dosen yang mengajar mata kuliah English for Tourism, berupa rekaman audio mahasiswa pada saat melaksanakan ujian tengah semester dalam mata kuliah English for Tourism. Dalam menganalisis data, peneliti mendengarkan semua rekaman audio mahasiswa sebanyak 56 dokumen, kemudian membuat transkripsi percakapan dari setiap dokumen. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan uji kredibilitas dengan mendengarkan ulang rekaman audio dan melakukan pengecekan transkripsi rekaman audio sebanyak dua kali untuk memastikan bahwa percakapan dalam rekaman audio dan transkripsi dari percakapan tersebut sudah sama apa adanya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan dua jenis jeda pada tuturan mahasiswa ketika beribicara bahasa inggris, yaitu non-lexicalized filled pause atau jeda dalam bentuk suara, dan lexicalized filled pause dalam bentuk kata. Menariknya, dari dua jenis jeda yang ditemukan, kebanyakan dari mahasiswa menggunakan non-lexicalized filled pause dalam bentuk suara pada tuturan kalimat mahasiswa. Kemudian peneliti menemukan ada enam fungsi dari jeda yang terdapat dalam tuturan mahasiswa ketika berbicara bahasa Inggris. Fungsi tersebut antara lain 1) Fungsi komunikatif, 2) fungsi afektif dan kognitif, 3) mencari kata yang tepat, 4) merumuskan deskripsi yang cocok, 5) memperbaiki kata yang salah, 6) merespon pertanyaan.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
AIFA DIYAH GUSMAWATI. NIM 16 301 04 005. Judul skripsi: “AN ANALYSIS OF APOLOGY STRATEGIES USED BY EFL STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah minimnya strategi mahasiswa dalam meminta maaf kepada seseorang dalam kehidupan sehari-hari sesuai konteks dan situasi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris seharusnya telah mampu untuk menggunakan strategy dalam meminta maaf dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan DCT (Discourse Completion Test) yang di buat berdasarkan teori dari Bulm Kulka’s (1984) sebagai instrumen pengambilan data. Data dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi mahasiswa dalam meminta maaf. Responden mengisi kuisioner DCT yang berisi beberapa situasi yang mungkin terjadi dan mengharuskan untuk meminta maaf. Dalam penelitian ini, menggunakan rumus Aiken untuk memvalidasi data dan menggunakan inter-rater reliabillitas untuk mengukur konsistensi instrumen yang telah di buat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi dari Bulm Kulka yang digunakan oleh mahasiswa (illocutionary force indicating device (ifid/using a performative verb), taking on responsibility, explanation or account, offer of repair, concern for the hearer, promise of forbearance). Dari 54 mahasiswa yang mengisi kuisioner diketahui bahwa illocutionary force indicating device (ifid/using a performative verb) adalah strategi yang paling banyak digunakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
Buku ini dipersembahkan secara teori, praktis dan contoh-contoh penjelasan. Bermula dengan penjelasan konsep, diikuti dengan ilmu-ilmu berhubung pemujukan, dan seterusnya dilengkapkan dengan idea-idea berhubung kaedah perlaksanaannya. Buku ini dapat membantu pembaca untuk mendapat satu kupasan maklumat am dan menyeluruh tentang bidang komunikasi pemujukan, memahami konsep dan pendekatan komunikasi pemujukan, di samping menguasai strategi ke arah memastikan keberkesanan proses pemujukan. Buku ini mengemukakan fakta-fakta ilmiah seperti teori dan model, ia berupaya memberi keyakinan kepada pembaca berhubung intipati yang hendak disampaikan. Bahasa yang digunakan mudah difahami dan menggunakan kosa kata yang boleh difahami oleh semua peringkat pembaca. Dengan contoh-contoh serta pengalaman hidup yang dikemukakan menerusi buku ini, ia membantu pembaca agar memahami idea-idea yang hendak disampaikan. Buku ini sesuai untuk pelajar yang mengikuti bidang komunikasi, psikologi, kaunseling dan bidang yang berkaitan dengan sains sosial dan kemanusiaan. Selain itu, buku ini juga sesuai untuk bacaan umum kepada mereka yang berminat untuk memahami komunikasi antara manusia.
BookOpen AccessMetadata saja
2016•Koleksi Perpustakaan