Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Community Based Tourism
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Nagari Tuo Pariangan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) di Nagari Tuo Pariangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) di Nagari Tuo Pariangan Jenis penelitian yang dilakukan yaitu field research atau penelitian lapangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, data didapatkan langsung dari pengelola objek wisata Nagari Tuo Pariangan. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan merangkum dan diklasifikasi sesuai aspek masalah yang telah disusun, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif. Dari penelitian yang menulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa Masyarakat di sekitar objek wisata turut andil dalam pengelolaan objek wisata Nagari Tuo Pariangan ini, sudah banyak masyarakat melakukan kegiatan usaha seperti usaha jasa kuliner, jasa pemandu wisata, menyewakan tempat penginapan, dan membuat makanan dan minuman untuk dijual sebagai oleh-oleh. adanya kegiatan pelatihan, kegiatan adat yang di ikuti masyarakat di sekitar objek wisata, dan bekerja sama dengan seluruh Travel Agen yang ada di Sumatra Barat, sehingga pengunjung meningkat drastis pada tahun 2018, yang mana pada tahun 2017 berjumlah 45.760 orang, menjadi 244.334 orang pada tahun 2018 kenaikannya lebih dari 500%. Namun belum maksimalnya pengelolan pariwisata Nagari Tuo Pariangan ini seperti belum adanya penggunakan tiket masuk untuk para wisatawan yang berkunjung, kurangnya tempat penginapan, dan masih banyak sampah yang tercecer.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Community Based Tourism Di Perkampungan Adat Sijunjung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

M. Hanif Saputra, NIM 2130406015, Judul Skripsi: “Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Perkampungan Adat Sijunjung”. Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung, meskipun kawasan ini memiliki potensi budaya dan adat yang kuat sebagai destinasi wisata. Kondisi ini disebabkan oleh belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip Community Based Tourism (CBT), seperti aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pengembangan UMKM, lemahnya pengelolaan lingkungan, serta kurangnya dukungan kebijakan pemerintah lokal menjadi permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan prinsip ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengurus Pokdarwis, pengelola desa wisata, wali nagari, niniak mamak, dan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Sijunjung. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi belum optimal, terlihat dari terbatasnya lapangan pekerjaan, minimnya pengembangan UMKM, dan ketergantungan pada sektor homestay. Prinsip sosial menunjukkan partisipasi masyarakat yang masih rendah dalam pengelolaan pariwisata. Prinsip budaya telah diterapkan cukup baik melalui pelestarian rumah gadang dan tradisi adat, namun belum dikemas maksimal sebagai produk wisata. Prinsip lingkungan menunjukkan lemahnya pengelolaan kebersihan kawasan. Prinsip politik menunjukkan masih terbatasnya dukungan kebijakan pemerintah lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Community Based Tourism, sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Stakeholder Dalam Pengembangan Community Based Tourism (CBT) Di Desa Wisata Kubu Gadang Kota Padang Panjang (Studi Kasus Desa Wisata Kubu Gadang Pemenang ADWI Tahun 2023)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dianni Oktaria Putri 2330406035 (2025) judul Skripsi : “Peran Stakeholder Dalam Pengembangan Community Based Tourism (CBT) Di Desa Wisata Kubu Gadang Kota Padang Panjang (Studi Kasus Desa Wisata Kubu Gadang Pemenang ADWI Tahun 2023)” Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam pengembangan Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Kubu Gadang, Kota Padang Panjang, pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 kategori Desa Wisata Maju. Fokus penelitian ditujukan pada peran stakeholder primer (masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata/POKDARWIS) dan stakeholder sekunder (pemerintah daerah, lurah, dan dinas pariwisata) berdasarkan lima dimensi CBT menurut Suansri (2013), yaitu dimensi ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder primer berperan aktif dalam pengelolaan atraksi wisata, penyediaan homestay, produk UMKM, serta kegiatan budaya lokal seperti silek lanyah dan makan bajamba. Sementara stakeholder sekunder memberikan dukungan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelatihan, dan promosi desa wisata. Namun, pasca kemenangan ADWI 2023, terdapat penurunan jumlah kunjungan wisatawan, yang mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap kesinambungan peran stakeholder. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi prinsip-prinsip syariah dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas, mengingat karakteristik sosial-budaya masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Oleh karena itu, keterlibatan aktif dan kolaboratif seluruh stakeholder perlu ditingkatkan agar pengembangan CBT di Desa Wisata Kubu Gadang berkelanjutan, inklusif, dan sesuai nilai-nilai keislaman.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail