Abstrak
M. Hanif Saputra, NIM 2130406015, Judul Skripsi: “Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Perkampungan Adat Sijunjung”. Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung, meskipun kawasan ini memiliki potensi budaya dan adat yang kuat sebagai destinasi wisata. Kondisi ini disebabkan oleh belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip Community Based Tourism (CBT), seperti aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pengembangan UMKM, lemahnya pengelolaan lingkungan, serta kurangnya dukungan kebijakan pemerintah lokal menjadi permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan prinsip ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengurus Pokdarwis, pengelola desa wisata, wali nagari, niniak mamak, dan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Sijunjung. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi belum optimal, terlihat dari terbatasnya lapangan pekerjaan, minimnya pengembangan UMKM, dan ketergantungan pada sektor homestay. Prinsip sosial menunjukkan partisipasi masyarakat yang masih rendah dalam pengelolaan pariwisata. Prinsip budaya telah diterapkan cukup baik melalui pelestarian rumah gadang dan tradisi adat, namun belum dikemas maksimal sebagai produk wisata. Prinsip lingkungan menunjukkan lemahnya pengelolaan kebersihan kawasan. Prinsip politik menunjukkan masih terbatasnya dukungan kebijakan pemerintah lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Perkampungan Adat Sijunjung belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Community Based Tourism, sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan.