Abstrak
SUWINDA PRATAMA NIM 14 101 125, judul skripsi “PENGGUNAAN ‘IQAB DALAM PELAKSANAAN AMALAN YAUMIAH DI WISMA PEMBINAAN LIMA KAUM BATUSANGKAR”, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2019. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah tentang bagaimana penggunaan ‘iqab yang dilaksanakan oleh anggota wisma pembinaan di Lima Kaum Batusangkar khususnya pada salat dhuha dan tahajjud/qiyamul lail. Penulis masih melihat qiyadah/ketua wisma memberikan ‘iqab kepada anggota wisma yang tidak melengkapi amalan yaumiahnya, juga penulis melihat adanya anggota wisma yang mendapatkan ‘iqab. Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu penggunaan ‘iqab dalam pelaksanaan amalan yaumiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan ‘iqab dalam pelaksanaan amalan yaumiah dhuha dan salat tahajjud/qiyamul lail di wisma pembinaan Lima Kaum Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data-data yang bersifat deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku-pelaku yang dapat diamati dan sesuai dengan fenomena serta realita yang penulis temui dilapangan, sumber data dalam penelitian ini adalah qiyadah/ketua wisma dan demisioner wisma mujahadah 1 dan wisma mujahadah 2. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan amalan yaumiah hanya sebahagian kecil yang memberikan pengaruh atau dampak positif untuk mencapai target salat dhuha dan tahajjud/qiyamul lailnya terhadap pelaksanaan salat itu sendiri. Artinya ‘iqab tetap ‘iqab, yang malas tetap malas, yang rajin tetap rajin, melaksanakan salat dhuha dan tahajjud/qiyamul lainya ada beberapa orang hanya karena adanya ‘iqab saja, bukan dari kesadaranya atau karena kebutuhanya. Jadi sebahagian salat anggota wisma tersebut adalah karena ‘iqab, sebahagian ada karena kebutuhan, sebahagian lagi karena teman yang mengajak untuk salat, sebahagian lagi karena malu untuk dicek ketika evaluasi jika amalanya tidak mencapai target.