Abstrak
Novika Vitria. NIM 15300500044 (2019). Judul Skripsi: “Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Aktivitas Siswa Kelas VIII SMP N 3 Kecamatan Payakumbuh”. Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VIII SMP N 3 Kecamatan Payakumbuh masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan siswa belum mampu untuk menjelaskan ide, situasi dengan benda nyata dan gambar, menghubungkan benda nyata, gambar ke dalam ide matematika, dan menyatakan peristiwa yang dikemukakan. Selain kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih rendah, aktivitas belajar siswa juga masih rendah, seperti kurangnya aktivitas memperhatikan proses pembelajaran, mengeluarkan pendapat, menyimak, mencatat, mengkomunikasikan masalah, dan semangat belajar siswa. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siswa bermalas-malasan dalam belajar, menyalin latihan teman, dan sedikit siswa yang bertanya, agar kemampuan komunikasi matematis dan aktivitas tidak rendah maka diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang memiliki konstribusi besar dan mampu mengatasi permasalah ini adalah pembelajaran CORE. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa selama belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran CORE dan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran CORE ini lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP N 3 Kecamatan Payakumbuh Tahun Ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel yang digunakan adalah cara simple random sampling, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan tes kemampuan komunikasi matematis. Data aktivitas siswa menggunakan persentase, sedangkan data tes kemampuan komunikasi matematis dianalisis menggunakan Uji- . Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen pertemuan pertama dengan kategori sedang, pertemuan kedua dengan kategori tinggi, pertemuan ketiga dengan kategori sangat tinggi. Adapun rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sedangkan pada kelas kontrol adalah . Diperoleh , maka ditolak. Hal ini berarti kemampuan komunikasi matematis siswa pada penerapan model pembelajaran CORE lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran konvensional.