Abstrak
Penelitian ini bertolak dari permasalah yang ditemukan di kelas VIII MTsN 1 Lima Puluh Kota yaitu kurangnya minat baca siswa pada pembelajaran IPA yang akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa. Salah satu solusi yang peneliti sarankan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran menggunaan media Flash Card pada pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minat baca siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan media flash card pada pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik daripada minat baca siswa menggunakan pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui peningkatan minat baca siswa pada pembelajaran IPA setelah mendapatkan perlakuan menggunakan media flash card pada pembelajaran kooperatif tipe GI. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment, dengan rancangan penelitian Pretest Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII MTsN 1 Lima Puluh Kota Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri dari enam kelas. Sampel diambil menggunakan cara lotting atau melalui undian, yaitu kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen dan VIII3 sebagai kelas kontrol. Kedua kelas ini diberikan angket awal dan akhir. Hipotesis diuji menggunakan uji-t dengan data berupa hasil angket awal dan akhir siswa. Berdasarkan analisis data, diperoleh rata-rata hasil angket minat baca siswa pada pembelajaran IPA kelas eksperimen adalah 79,83 dengan pesentase kenaikan 84%, sedangkan pada kelas kontrol 68,47 dengan pesentase kenaikan 72% dengan menggunakan perhitungan uji- t dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) diperoleh thitung = 31,71 dan ttabel = 1,645. Karena thitung > t tabel, maka hipotesis penelitian diterima (tolak H0) sehingga, minat baca siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan media flash card pada pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik dari minat baca siswa pada pembelajaran IPA menggunakan metode konvensional. Selanjutnya perolehan minat baca siswa setelah menggunakan media flash card pada pembelajaran kooperatif tipe GI meningkat 16% pada kelas eksperimen dan tergolong sedang.