Abstrak
Pembahasan skripsi ini bertitik tolak dari permasalahan bagaimana Pola Pendidikan Pesantren dalam Pembinaan Karakter Islami di Pondok Pesantren Nurul Iman Padang Sidondang Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang karakter Islami di Pondok Pesantren Nurul Iman Padang Sidondang, terutama ditinjau dari aspek strategi yang digunakan dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam pembinaan karakter. Penelitian ini berguna sebagai masukan bagi pihak yang terkait terutama guru Pondok Pesantren Nurul Iman Padang Sidondang Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research), yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu mengungkapkan kejadian yang terjadi pada masa lampau dengan cara mengumpulkan data-data di lapangan atau dengan cara observasi, dan wawancara, lalu mengambil kesimpulan. Adapun yang menjadi informan adalah kepala madrasah dan beberapa orang guru Pondok Pesantren Nurul Iman Padang Sidondang. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat diperoleh keterangan bahwasanya guru-guru Pondok Pesantren Nurul Iman Padang Sidondang sudah melakukan pembinaan karakter kepada santri salah satu contohnya melalui metode keteladanan yang dimulai dari guru, Kyai, Pembina asrama, dan pengasuh panti (ustadz/ustadzah), dan membiasakan disiplin dalam proses pembelajaran seperti disiplin santri ketika masuk kelas maupun keluar kelas, membiasakan memulai pembelajaran diawali dengan membaca Al-Qur’an selama lima menit, membiasakan salam, senyum sapa kepada guru/santri, mebiasakan bekerja sama antara santri dan guru dan juga disiplin dalam shalat berjamaah, dan memberikan nasehat-nasehat dalam kegiatan keagamaan kultum subuh dan muhadarah, dan metode latihan yang di berikan kepada santri seperti puasa sunnah senin dan kamis. Serta mengambil pelajaran dari kisah-kisah serta peristiwa yang dikisahkan dalam Al-Qurdan seperti kisah yusuf dan kisah Nabi Allah yang lainnya, dan juga memberikan hukuman yang mendidik yang membangkitkan semangat belajar santri, serta memberikan pujian kepada santri yang berprestasi.