Abstrak
ABSTRAK Hafiz Zurrahman, NIM 2130306029. Judul Skripsi "Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Homesickness Pada Anak Pesantren Diniyyah Tanjung Barulak". Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya fenomena homesickness yang dialami santri di Pesantren Diniyyah Tanjung Barulak akibat berpisah dari keluarga dan lingkungan rumah. Ada santri mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan pesantren yang baru, ditandai dengan perasaan rindu terhadap rumah, kesepian, dan kesulitan penyesuaian diri. Santri yang mengalami homesickness cenderung mencari dukungan dari teman sebaya sebagai upaya mengatasi perasaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan homesickness pada anak Pesantren Diniyyah Tanjung Barulak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pesantren Diniyyah Tanjung Barulak sebanyak 92 orang yang sekaligus dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala dukungan sosial teman sebaya dan skala homesickness. Skala dukungan sosial teman sebaya memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,919 dengan 44 aitem valid, dan skala homesickness sebesar 0,942 dengan 27 aitem valid menggunakan program SPSS versi 20. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan homesickness pada anak Pesantren Diniyyah Tanjung Barulak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, karena kedua variabel memiliki nilai signifikansi sebesar p = 0,000 < 0,01 dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar -0,690. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan homesickness pada kategori tinggi. Semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya yang diterima santri, maka semakin rendah tingkat homesickness yang mereka alami. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial teman sebaya, maka semakin tinggi tingkat homesickness. Kategorisasi data menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori sedang (62,0%) dan homesickness berada pada kategori rendah (46,7%). Oleh karena itu, penting bagi pihak pesantren untuk mengembangkan program yang mendukung terbentuknya sistem buddy atau mentor sebaya, kegiatan kelompok yang membangun kebersamaan, serta menyediakan layanan konseling untuk membantu santri mengatasi homesickness.