Abstrak
Nurul Atifa, NIM 2230306061, Judul Skripsi "Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Perilaku Agresif Siswa Di SMA Negeri 1 Padang Gelugur". Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku agresif pada remaja yang diduga dipengaruhi oleh pola asuh otoriter orang tua. Pola asuh otoriter ditandai dengan tingginya kontrol, tuntutan kepatuhan, serta komunikasi yang cenderung satu arah sehingga berpotensi mempengaruhi perkembangan perilaku agresif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresif siswa di SMA Negeri 1 Padang Gelugur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 252 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Padang Gelugur dengan sampel sebanyak 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologi model Likert, yaitu skala pola asuh otoriter yang disusun berdasarkan dimensi Robinson et al. (1995) dan skala perilaku agresif berdasarkan aspek Buss dan Perry (1992). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan hubungan rendah antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresif siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0,306 dan nilai signifikansi sebesar 0,009 (p 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orang tua, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif siswa. Meskipun demikian, kekuatan hubungan berada pada kategori rendah. Analisis terhadap dimensi pola asuh otoriter menunjukkan bahwa dimensi Verbal Hostility dan Nonreasoning/Punitive Strategies memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku agresif, sedangkan dimensi Corporal Punishment dan Directiveness tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak. Artinya, semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif pada siswa.