Abstrak
ABSTRAK Damri. 2024 NIM, 242011028. Judul tesis “Manajemen Gerakan Literasi Membaca di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Agam”. Tesis, Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus (UIN) Batusangkar 2026, dan 218 halaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi membaca peserta didik di Indonesia yang tercermin dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA), sehingga diperlukan penguatan budaya dan pengelolaan literasi di satuan pendidikan. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi-Agam merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengembangkan budaya literasi melalui pengelolaan Gerakan Literasi Membaca (GLM) secara terencana dan sistematis. Hal tersebut tercermin dari aktifnya berbagai kegiatan literasi serta capaian akademik dan nonakademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) dalam pengelolaan Gerakan Literasi Membaca di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi-Agam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive, yang terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, pustakawan, pembina Forum Literasi Santri (Folisa), pengurus Folisa, guru, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Gerakan Literasi Membaca dilaksanakan secara terpadu melalui fungsi manajemen POAC. Perencanaan disusun berdasarkan visi dan misi madrasah serta evaluasi program sebelumnya. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas sesuai kompetensi. Pelaksanaan diwujudkan melalui program literasi yang terintegrasi dengan pembelajaran dan budaya pesantren, optimalisasi perpustakaan, serta pemberdayaan FOLISA. Pengawasan dilakukan melalui supervisi, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut secara berkelanjutan. Literasi yang unik yang tidak dimiliki oleh sekolah lain seperti kajian kitab kuning biasa dilaksanakan pada pada malam hari. Membaca buku 15 menit pertama dengan teknis baca buku dan membuatkan sinopsisnya, baca Alqur’an dan tahfidz yang menjadi program wajib pesantren di masjid secara bersama. Word boster suatu program pembiasaan Bahasa Asing. Terdapatnya organisasi khusus menggiatkan literasi santri yaitu Folisa (Forum Literasi Santri) Program guru kader dan khidmatul ummah (KU) sebagai praktek guru/ustadz yang menjadi program wajib santri kelas VI. Pengelolaan GLM didukung oleh komitmen pimpinan, keterlibatan warga madrasah, dukungan yayasan, serta budaya literasi yang telah berkembang di lingkungan pesantren. Pengelolaan dan program yang unik tersebut dapat berkontribusi secara positif terhadap penguatan budaya literasi sehingga mampu meraih berbagai prestasi santri baik tingkat daerah, nasional dan bahkan internasional. Sebagai contoh antara lain, santri meraih peringkat I nilai TKA se-Kabupaten Agam tahun 2026, meraih medali perak MQK Internasional tahun 2025 bidang debat bahasa Arab, juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kabupaten Agam tahun 2025, juara 3 Olimpiade Bahasa Arab ke-8 Tingkat Propinsi Sumatera Barat, juara 2 Olimpiade Fisika tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025. Dengan demikian, penerapan fungsi manajemen POAC secara terpadu menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan Gerakan Literasi Membaca di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi Agam.