Abstrak
Silvia Rahmayani, NIM 2230103073, Judul Skripsi: “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pasca Bencana Melalui Sinergi Multi-Stakeholder di MTsN 7 Tanah Datar”. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang dari Penelitian ini adalah terjadinya bencana banjir bandang (galodo) yang melanda kabupaten Tanah Datar pada tanggal 11 Mei 2024 dan mengakibatkan kerusakan berat terhadap sarana dan prasarana pendidikan di MTsN 7 Tanah Datar. Kondisi tersebut menuntut pihak madrasah untuk mengelola sarana dan prasarana secara efektif agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung. berbagai upaya dalam memenuhi kembali kebutuhan sarana dan prasarana agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Menariknya, pengadaan sarana dan prasarana pasca bencana tidak hanya bersumber dari dana rutin madrasah, tetapi juga melalui bantuan pemerintah, dana bencana, hibah, donatur, serta dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen sarana dan prasarana di MTsN 7 Tanah datar yang meliputi perencanaan, pengadaan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, melalui kepala madrasah, wakil sarana dan prasarana, kepala tata usaha, guru, dan komite madrasah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana di MTsN 7 Tanah datar yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, perencanaan sarana dan prasarana dilaksanakan menanalisis kebutuhan dengan mengidentifikasi kebutuhan, iventarisasi kerusakan, penentuan skala prioritas, musyawarah bersama stakeholder, serta penyusunan rencana anggaran berdasarkan kebutuhan yang mendesak. Kedua, pengadaan sarana dan prasarana dilakukan melalui bantuan kementerian agama, BPBD, pemerintah pusat, dana Bos, dana DIPA, hibah, serta bantuan dari masyarakat dan donatur dengan mengutamakan fasilitas yang mendukung keberlangsungan proses pembelajaran. Ketiga, Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan secara rutin dan berkala melalui pengecekan fasilitas, perbaikan kerusakan ringan maupun berat, serta pengawasan penggunaan sarana dan prasarana agar tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Secara keseluruhan, Manajemen sarana dan prasarana yang diterapkan di MTsN 7 Tanah Datar mampu mendukung percepatan pemulihan fasilitas pendidikan dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar pasca bencana galodo.