Abstrak
AMMALIA TULILI. NIM 242012048. Tesis ini berjudul “Manajemen Perubahan Kurikulum Pembelajaran Al-Qur’an dari Metode Tabarak ke Metode Utrujah: Studi Kasus di Rumah Qur’an Ibadurrahman Payakumbuh.” Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan lembaga untuk melakukan perubahan kurikulum pembelajaran Al-Qur’an dari metode Tabarak ke metode Utrujah guna meningkatkan kualitas bacaan dan keberlanjutan capaian hafalan santri. Pokok permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana manajemen perubahan kurikulum pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan, bagaimana implementasi metode Utrujah dijalankan, serta bagaimana peran pimpinan dan guru dalam mengelola perubahan agar berjalan efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis manajemen perubahan dalam penelitian ini mengacu pada teori Kurt Lewin yang meliputi tahap Unfreezing, Changing, dan refreezing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Unfreezing, perubahan kurikulum diawali oleh evaluasi internal terhadap keterbatasan metode Tabarak, terutama lemahnya kemampuan membaca Al-Qur’an santri, ketergantungan pada audio, serta tidak adanya mekanisme kontrol mutu bacaan, yang melahirkan kesadaran kolektif akan perlunya perubahan. Tahap Changing ditandai oleh implementasi metode Utrujah melalui penguatan tahsin sebelum tahfiz, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan, peningkatan peran guru, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan yang disertai dinamika adaptasi dan resistensi awal. Selanjutnya, pada tahap refreezing, perubahan distabilkan melalui pembiasaan SOP, supervisi dan monitoring berkelanjutan, internalisasi peran guru sebagai penanggung jawab mutu pembelajaran, serta peningkatan capaian santri yang ditunjukkan oleh bertambahnya santri yang khatam membaca Al-Qur’an dan menyelesaikan hafalan 30 juz.