Abstrak
Peran pembina asrama di setiap kegiatan di pondok pesantren merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan saat ini. Agar pelayanan kepada santri agar menjadi optimal dan berdampak besar kedepannya terkhusus dalam Pelaksanaan ibadah. Peningkatan pelaksanaan ibadah santri merupakan upaya untuk mendorong terhadap ketentuan perintah Allah SWT agar berkesan dan menjadi sebuah nilai perilaku yang dilaksanakan dan menjadi kebiasaan dalam aktifitas sehari-hari. Dalam semua aktifitas ibadah santri sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran pembina asrama dalam pelaksanaan ibadah santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Simatorkis Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengolahan data dilakukan secara deskripstif kualitatif yang kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan. Penelitian lapangan bertujuan untuk mengetahui gejala-gejala yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan. Untuk teknik penjaminan keabsahan data penulis menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Asrama Putri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Simatorkis, Peran Pembina Asrama di Asrama putri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Simatorkis sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dtandai dengan terlaksananya peran dari Pembina asrama seperti sebagai sumber belajar, sebagai fasilitator, pengelola pembelajaran, demonstrator, pembimbing, motivator dan evaluator di lingkungan asrama dan pelaksanaan ibadah santri di Asrama Putri untuk pelaksanaan ibadah mahdoh santri sudah terlaksana namun sebagian kecil ketaatan santri dalam pelaksanaan shalat berjamaah di pengaruhi oleh rasa malas, pengaruh teman serta kurangnya kesadaran diri untuk shalat berjamaah secara rutin dan tepat waktu, sedangkan ibadah ghairu mahdoh sudah terlaksana dengan baik namun ada beberapa yang masih terkendala dengan hafalan yang disebabkan banyaknya hafalan di madrasah