Abstrak
Risa Amalia Putri, NIM 21 3030 6072, Judul Skripsi “Resiliensi Wanita Minangkabau yang Menjadi “Tulang Punggung” Keluarga Pasca Perceraian di Kabupaten Tanah Datar”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini terletak pada Resiliensi wanita Minangkabau yang menjadi ‘“Tulang Punggung”” keluarga setelah perceraian di Kabupaten Tanah Datar. Hidup dalam sistem kekerabatan matrilineal, mereka memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat. Perceraian membawa tantangan besar, termasuk tekanan emosional, stigma negatif dari masyarakat dan tanggung jawab sebagai pencari nafkah utama. Wanita Minangkabau harus melewati masa transisi dan bangkit dari keterpurukan untuk menjalani kehidupan baru dengan tangguh. Tujuan penelitian ini menggambarkan bagaimana mereka menghadapi perubahan ini dengan kekuatan budaya dan kemampuan adaptasi yang kuat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang Penulis gunakan yaitu wawancara. Subjek Penulisan ini berjumlah 4 orang yaitu 2 orang janda cerai mati dan 2 orang janda cerai hidup yang bersuku Minangkabau di Kabupaten Tanah Datar yang mengalami perceraian. Memiliki kriteria yaitu yang telah berpisah atau ditinggalkan oleh suaminya karena cerai hidup, maupun cerai mati, memiliki tanggungan anak, dan menjadi “Tulang Punggung” keluarga. Teknik analisis data yang digunakan dalam Penulisan ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Kemudian teknik penjamin keabsahan data adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil Penelitian, maka ditemukan bahwa bahwa wanita yang bercerai baik cerai hidup maupun cerai mati mengalami berbagai dampak psikologis seperti stres, kesedihan, dan perubahan pola asuh anak, tetapi mampu bangkit dalam waktu kurang dari lima tahun. Faktor utama yang mendukung resiliensi mereka adalah spiritualitas, dukungan sosial dari keluarga dan teman, serta tujuan hidup yang jelas. Sesuai dengan konsep resiliensi Grotberg, I Have menggambarkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar, I Am mencerminkan keyakinan diri dan sikap positif, sedangkan I Can menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan perubahan. Budaya Minangkabau yang menekankan peran mamak dan niniak mamak turut membantu mereka melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.