Abstrak
Syafira Risti Ahmadi, NIM. 2230306083. Judul skripsi “Hubungan Religiusitas dengan Resiliensi pada Korban Banjir Bandang Desember 2025 di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.” Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak psikologis yang dialami masyarakat akibat banjir bandang yang terjadi pada Desember 2025 di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Selain menimbulkan kerugian fisik dan material, bencana tersebut juga menyebabkan stres, kecemasan, serta trauma pada korban sehingga diperlukan kemampuan resiliensi untuk mampu beradaptasi dan bangkit dari kondisi pascabencana. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan resiliensi adalah religiusitas, karena nilai-nilai keagamaan dapat menjadi sumber kekuatan, harapan, dan strategi coping dalam menghadapi situasi sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada korban banjir bandang Desember 2025 di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Dalam penelitian ini jumlah populasi sebanyak 233 orang korban banjir bandang, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala religiusitas berdasarkan teori Huber dan Huber (2012) menggunakan Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) dan skala resiliensi berdasarkan teori Connor dan Davidson (2003) menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25). Teknik analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara religiusitas dengan resiliensi pada korban banjir bandang Desember 2025 di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah (r = 0,714; p = 0,000 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat religiusitas yang dimiliki korban banjir bandang, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat religiusitas yang dimiliki, maka semakin rendah pula tingkat resiliensinya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat religiusitas responden berada pada kategori tinggi (85,7%) dan tingkat resiliensi berada pada kategori tinggi (80%). Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak.