Abstrak
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peternakan Sapi Perah Di Jorong Lasi Tuo Nagari Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam”. Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penerapan model kemitraan inti plasma sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan usaha peternakan di Jorong Lasi Tuo Nagari Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang mengamati secara langsung keadaan di lapangan dengan pendekatan deskriptif dengan menggambarkan bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat melalui peternakan sapi perah dengan menggunakan model kemitraan inti plasma serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui peternakan sapi perah di Jorong Lasi Tuo. Pada penelitian metode yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model kemitraan inti plasma yang dilakukan melalui peternakan sapi perah dalam memberdayakan masyarakat di Jorong Lasi Tuo Nagari Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah tersebut dengan memperbaiki kualitas hidup masyarakat berupa menambah pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan pendapatan peternak. Pemberdayaan masyarakat melalui peternakan sapi perah menggunakan model kemitraan inti plasma ini dilakukan dengan strategi sosialisasi dan penyampaian informasi terkait konsep model kemitraan inti plasma, memberikan pelatihan dan pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana, akses terhadap pasar, serta keterlibatan peternak dalam pengambilan keputusan. Meskipun terdapat faktor pendukung dalam pemberdayaan masyarakat melalui peternakan sapi perah ini seperti ketersediaan lahan, keterlibatan pihak inti, partisipasi aktif masyarakat, serta peran pemerintah, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat berupa bencana alam erupsi Gunung Marapi, perubahan cuaca, penyakit pada sapi, keterbatasan modal, serta pililihan gaya hidup.