Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MINAT GENERASI MUDA PADA SEKTOR PERTANIAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN DI JORONG BUKIK APIK, KABUPATEN AGAM

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pengembangan Masyarakat Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Fenomena penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian di Jorong Bukik Apik, Kabupaten Agam, yang mengancam keberlanjutan regenerasi petani dan ketahanan pangan lokal. Perkembangan pendidikan, pengaruh budaya merantau, serta stigma negatif terhadap profesi petani memicu dilema bagi generasi muda dalam menentukan pilihan karir. Meskipun pemerintah nagari, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelompok tani telah melakukan berbagai upaya pemberdayaan, keterlibatan pemuda masih belum optimal dan memerlukan kajian mendalam mengenai faktor penyebab, dampak sosial-ekonomi, serta efektivitas program di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup generasi muda terpelajar dan pekerja, petani muda, masyarakat umum, masyarakat yang berprofesi sebagai petani sekaligus anggota Kelompok Tani Gunuang Ameh, Ketua Kelompok Tani Gunuang Ameh, Kepala Jorong Bukik Apik, Sekretaris Nagari Padang Tarok, dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Baso. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penjaminan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab rendahnya minat bertani meliputi ketidakpastian harga hasil tani, lamanya proses perputaran uang, tingginya risiko gagal panen akibat cuaca/hama, keterbatasan modal, serta defisit kepercayaan diri dan gengsi sosial yang ditimbulkan meliputi melemahnya ikatan sosial dan tradisi gotong royong antar generasi penyusutan volume produksi padi daerah, serta meluasnya lahan tidur yang terbengkalai. Upaya pemberdayaan telah dilaksanakan melalui pemberian akses pengetahuan, akses sumber daya, serta akses kesempatan. Namun, implementasinya belum optimal akibat mentalitas ketergantungan bantuan dan apatisme pemuda karena kalkulasi ekonomi jangka pendek. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi model pemberdayaan berbasis agribisnis digital, mekanisasi teknologi mikro yang sesuai topografi, serta sinergi komunitas untuk memutus stigma negatif sektor pertanian.

Kata kunci

Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Minat Generasi muda, Sektor Pertanian, Regenerasi petani.  

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MINAT GENERASI MUDA PADA SEKTOR PERTANIAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN DI JORONG BUKIK APIK, KABUPATEN AGAM2026 · oai:ais:skripsi:13683

Publikasi terkait