Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Kampung Sungai Nipah memiliki potensi alam yang mendukung budidaya ikan kerapu, terutama karena kondisi perairannya yang sesuai. Sebelum adanya budidaya ini, mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan tangkap yang penghasilannya tidak selalu stabil, sejak dikembangkan usaha budidaya ikan kerapu, sebagian nelayan tangkap menambah pekerjaan sebagai nelayan budidaya, yang berdampak pada peningkatan pendapatan mereka, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga. Penelitian ini berfokus pada upaya yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan kerapu, dan menggali faktor pendorong dan penghambat kesuksesan kelompok pembudidaya. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah field research atau penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengelolaan data dilakukan secara deskriptif analisis kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan. Sumber data dari penelitian ini kelompok pembudidaya, kepala kampung, wali nagari, dan dinas perikanan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya keramba ikan melalui enam aspek utama. Pertama, menjaga dan meningkatkan kualitas budidaya melalui perawatan rutin, Kedua, memanfaatkan pakan alami dari hasil tangkapan yang tidak bisa dijual (ruca). Ketiga, memanfaatkan teknologi, untuk mencari informasi budidaya melalui YouTube dan Facebook. Keempat, mengelola keuangan dengan baik. Kelima, berkolaborasi dengan pihak perikanan. Keenam, menambah jumlah lubang keramba. Langkah-langkah ini terbukti meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga pembudidaya, sehingga berkontribusi pada perkembangan ekonomi masyarakat setempat. Faktor pendorong kesuksesan kelompok pembudidaya meliputi kondisi lingkungan yang mendukung, motivasi dari kelompok sebelumnya, pemanfaatan potensi lokal, kemudahan akses untuk mendapatkan wawasan dan informasi. Sedangkan faktor penghambat kesuksesan kelompok pembudidaya meliputi keterbatasan ketersediaan bibit, perubahan cuaca, kesulitan dalam pemasaran, ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan pasar.