Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Legalitas Nikah : Studi tentang Pernikahan pada Masa Iddah di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 Kota

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Siti Azizah Andreani NIM 2030201080, Judul Skripsi : Legalitas Nikah : “Studi Tentang Pernikahan Pada Masa Iddah di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 Kota”, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2024. Fokus dalam penelitian ini adalah menjelaskan persepsi masyarakat terhadap nikah pada masa iddah, kemudian apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya pernikahan pada masa iddah, selain itu bagaimana penerapan sanksi terhadap pernikahan pada masa iddah di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 Kota. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap nikah pada masa iddah, kemudian untuk mengetahui apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya pernikahan pada masa iddah, untuk mengetahui penerapan sanksi terhadap pernikahan pada masa iddah di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 Kota. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) pendekatan kualitatif. Sumber data primer dari penelitian ini adalah tujuh orang yang terdiri dari satu orang niniak mamak, satu orang alim ulama, jorong, dan empat orang yang melaksanakan pernikahan pada masa iddah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahn wawancara, Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Dari penelitian yang penulis lakukan ditemukan bahwa, pelaksanaan pernikahan pada masa iddah menurut pandangan tokoh masyarakat adalah tidak boleh dilakukan karena menentang ajaran agama islam. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan dalam masa iddah kurangnya ilmu pengetahuan, faktor ekonomi, dan karena faktor perselingkuhan. Penerapan sanksi yang dilakukan untuk orang yang melakukan pernikahan pada masa Iddah adalah setelah dilakukan pembatalan pernikahan pada masa iddah tersebut dan membayar sanksi sesuai kesepakan, kemudian si perempuan melanjutkan masa iddah nya, setelah masa iddah selesai maka laki-laki tadi (yang menikahi pada masa iddah) baru boleh menikah dengan perempuan tersebut, dan pemberlakuan sanksi moral (untuk orang yang menikah pada masa iddah dan tidak mau membatalkan perkawinannya serta tidak mau membayar sanksi) yaitu di usir dari Nagari Tanjung Gadang dan tidak boleh kembali lagi karena di anggap pembawa musibah untuk nagari tersebut. Dari hasil pembahasan penulis menyimpulkan bahwa pemberlakuan sanksi adat di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 sebagai bentuk penguatan hukum tentang adanya aturan mengenai pelarangan pernikahan dalam masa iddah bukan karena sanksi yang diberikan dapat mensahkan pernikahan dalam masa iddah, tapi ada proses pembatalan pernikahan terlebih dahulu dan proses menunggu habis iddah dari perempuan baru dilakukan akad yang baru.

Kata kunci

Iddah, Pernikahan, Sanksi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Legalitas Nikah : Studi tentang Pernikahan pada Masa Iddah di Nagari Tanjung Gadang Kabupaten 50 Kota2024 · oai:ais:skripsi:9620

Publikasi terkait