Abstrak
Nurjanatil Husni. NIM 1830303022 judul Skripsi “Strategi Komunikasi Bundo Kanduang Dalam Mensosialisasikan Perilaku Sumbang Duo Baleh Di Nagari Lima Kaum” jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi ini yaitu masih terlihat beberapa perempuan Minangkabau khususnya di Nagari Lima Kaum yang belum mengacu pada perilaku adat. Dimana dalam adat, ada yang namanya perilaku sumbang duo baleh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi dalam sosialisasi perilaku sumbang duo baleh yang dilakukan oleh Bundo Kanduang di Nagari Lima Kaum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian data yang diperoleh dianalisis berdasarkan teori yang digunakan dan memaparkan dengan kalimat yang efektif agar mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Bundo Kanduang dalam melakukan sosialisasi tentang perilaku sumbang duo baleh adalah dengan melakukan pendekatan terkait peran Bundo Kanduang yaitu menunjukkan sikap sebagai limpapaeh rumah nan gadang (tiang utama/orang yang diutamakan) dengan menjadi teladan bagi masyarakat kaum, menebarkan sikap positif serta mengayomi masyarakat kaumnya, menjadi amban puruak pagangan kunci (pengatur rumah tangga kaumnya) seperti mengatur pemakaian yang bersifat harta pusaka kaum misalnya bangunan atau tanah bahkan ladang, menjadi pusek jalo kumpulan tali (pusat berhimpun segala informasi dan permasalahan)kapai tampek batanyoka pulang tampek babarito.Segala informasi berkaitan dengan urusan perempuan dia yang bertanggung jawab serta dalam penanganan masalah pemberdayaan perempuan dia juga berperan disana. menjadi orang yang sumarak dalam nagaridengan menunjukkan identitasnya seperti mengenakan baju kuruang basiba, menjaga diri dari melakukan kesalahan yang menyangkut norma agama dan norma adatkarena dia dianggap nan gadang basa batuah. Strategi komunikasi selanjutnya adalah dengan melibatkan Datuak sebagai orang yang berwenang di masyarakat sebagai penyampai informasi sosialisasi, menjadikan Puti Bungsu sebagai target sosialisasi dengan alasan mendidik sejak dini dan menggunakan media tatap muka kemudian menyatukan persepsi antara Bundo Kanduang dan Puti Bungsu agar pesan yang di sosialisasikan bisa diterima deng.an baik oleh target sosialisasi. Bundo Kanduang juga memaksimalkan bagaimana sosialisasinya dapat memberi contoh yang positif dengan cara berperilakunya sehari-hari.