Abstrak
Devi Yanti Rambe. NIM 1830301013 (2022). Judul Skripsi: “Studi Living Qur’an: Tradisi Pembacaan Qulhu Tiga Malam Selepas Kepergian Mayit Di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara”. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya ayat Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat tepatnya di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. Tradisi ini telah dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun, yang mana tradisi tersebut berupa Tradisi Pembacaan Qulhu Tiga Malam Selepas Kepergian Mayit dalam ritual kematian, hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengungkapkan makna dari tradisi tersebut, baik dari segi sejarah, proses pelaksanaannya, landasan, tujuan dan manfaat dari tradisi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mendeskripsikan sejarah, praktik pelaksanaan dan arti penting pembacaan qulhu tiga malam selepas kepergian mayit. Jenis penelitian dalam skripsi penulis adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif. Kajian ini termasuk dalam kajian Living Qur’an yang umumnya dipahami sebagai: teks Al-Qur’an yang hidup di masyarakat. Bertujuan untuk memotret interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an, dan pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan fenomenologi. Sumber data yang peneliti gunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah: Wawancara, Observasi dan dokumentasi. Dari penelitian yang penulis lakukan menghasilkan kesimpulan tentang sejarah praktik dan arti penting tradisi pembacaan qulhu tiga malam selepas kepergian mayit yaitu: (1) Tradisi pembacaan qulhu tiga malam selepas kepergian mayit ini sudah ada sejak dahulu, bahkan sejak berdirinya Kecamatan Kotapinang. (2) Praktek pelaksanaan tradisi pembacaan qulhu tiga malam selepas kepergian mayit dari keenam Desa/Kelurahan Kecamatan Kotapinang memiliki variasi. Pada dasarnya untuk ayat/surah yang dibaca sama saja begitu juga dengan tambahan bacaan di samping ayat-ayat yang dibaca, hanya saja penempatan bacaan yang berbeda pada setiap malamnya namun setiap bacaan praktek pembacaan qulhu sama bacaannya. (3) Ada arti penting yang mendalam dengan diadakannya pembacaan qulhu tiga malam selepas kepergian mayit. Pertama sebagai silaturahmi sesama kaum muslimin menghibur kaum yang berduka dengan berta’ziyah ke rumah duka agar diberikan kesabaran dan ketabahan. Kedua melalui wasilah bacaan Al-Qur’an yang dibaca oleh jama’ah pembacaan qulhu di hadiahkan pahala membaca tersebut kepada mayit sebagai penolong dan mengurangi siksa kubur bagi mayit di alam kubur.