Abstrak
ABSTRAK Assi Samsi, NIM 1730403014. Judul Skripsi: “Analisis Penerapan Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi Pada UMKM Pondok Tambunsu Mak Aih Koto Panjang Kota Padang Panjang”. Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi. Tujuan penelitian ini ada- lah untuk menganalisis penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi pada UMKM Pondok Tambunsu Mak Aih yang dilakukan dengan cara membandingkan antara biaya produksi standar dan biaya produksi aktual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dan informasi yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dengan pemilik UMKM Pondok Tambunsu Mak Aih dan dokumen-dokumen yang terkait dengan biaya produksi tambunsu. Dan tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat serta mengetahui bagaimana penerapan biaya standar sebagai alat pengendalian biaya produksi tambunsu pada UMKM Pondok Tambunsu Mak Aih Koto Panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Pondok Tambunsu Mak Aih dalam melakukan pengendalian biaya produksi sudah cukup efektif dimana hal ini ditunjukkan dengan banyaknya selisih menguntungkan pada biaya produksinya dimana proses produksinya dilakukan setiap hari dengan jumlah pekerja 3 orang. Berdasarkan perhitungan analisis yang membandingkan biaya standar dengan biaya sesungguhnya, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembuatan tambun- su pada bulan Mei terdapat selisih tidak menguntungkan pada biaya bahan baku santan sebesar Rp 620.000 hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang disebabkan oleh kondisi pada bulan Mei bertepatan dengan bulan Ramadhan di- mana semua harga makanan naik sehingga harga santan ikut naik. Akan tetap pa- da bulan Juni tidak mengalami selisih salah satu penyebabnya harga telah kembali normal. Untuk biaya bahan baku lainnya mengalami selisih yang menguntungkan baik dibulan Mei maupun Juni, pada bulan Mei bahan baku untuk usus mengalami selisih menguntungkan sebesar Rp 2.852.000, telur Rp 4.960.000, dan bumbu sebesar Rp 2.015.000. Hal ini terjadi salah satunya karena turunnya harga pada bahan baku tersebut, yang disebabkan oleh faktor salah satunya pergantian pemasok untuk biaya produksi usus pada bulan Juni. Untuk biaya tenaga kerja pada kedua bulan tersebut tidak terdapat selisih hal ini disebabkan karena total upah yang diberikan tetap sama, dengan upah sebesar Rp 25.000/orangnya, se- dangkan untuk biaya overhead pada bulan Juni terjadi penurunan harga pada minyak tanah sehingga menyebabkan selisih lebih sebesar Rp 6.750.000. walau- pun kenaikan dan penurunan harga terjadi tidak tetap, namun hal ini masih dalam batas wajar meskipun ada perbedaan selisih tidak menguntungkan (Unfavorable Variance) pada biaya bahan baku untuk santan pada Bulan Mei.