Abstrak
ABSTRAK RIDHA WALIDHAINI, NIM: 15300900048, judul skripsi: MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE PEMBIASAAN TOILET TRAINING USIA 2-4 TAHUN DI SEKOLAH LABORATORIUM IAIN BATUSANGKAR, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Penelitian ini dilatar belakangi belum nampak perkembangan kemandirian anak dalam melakukan BAB/BAK. Oleh karena itu, kemandirian anak perlu diasah dan ditingkatkan lagi, salah satu cara meningkatkan kemandirian anak adalah dengan Meningkatkan Kemandirian anak usia 2-4 tahun melalui Metode Pembiasaan Toilet Training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian anak dalam melakukan toilet training di Sekolah Laboratorium IAIN Batusangkar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain subjek tunggal (single subject desain) dengan tipe desain A-B yang merupakan sebuah desain yang digunakan untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kemandirian anak dalam melakukan toilet training melalui metode pembiasaan. Populasi berjumlah 15 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling yang mana pengambilan sampel berdasarkan ciri-ciri anak yang sudah bisa berdiri, sudah bisa berjalan serta sudah bisa berbicara, sehingga jumlah sampel yang di dapat sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan melalui lembaran observasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pembiasaan dalam meningkatkan kemandirian anak melakukan toilet training. Hal ini dibuktikan dengan anak yang pada awalnya tidak bisa melakukan BAB/BAK langsung ke toilet setelah dilakukan pembiasaan anak sudah mampu untuk melakukan BAB/BAK langsung ke toilet, peningkatan hasil baseline dari subjek AHZ yang pada awalnya berada pada skor 14 dan pada intervensi mencapai skor 23. Kemudian pada subjek MAF yang pada awalnya berada pada skor 16 dan pada intervensi mencapai skor 22 dan subjek ARY yang pada awalnya berada pada skor 18 dan pada intervensi mencapai skor 23.