Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WILLYA ZAHARA

2 karya publik ditemukan.

2026: 12024: 1

EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING INTEGRATIF ISLAM DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI AKADEMIK SISWA MAN 3 PADANG PANJANG

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam tesis ini adalah rendahnya resiliensi akademik siswa MAN 3 Padang Panjang yang ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri dalam menghadapi kesulitan akademik, lemahnya pengendalian diri, tingginya kecemasan akademik, serta rendahnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas konseling kelompok teknik cognitive restructuring integratif Islam dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa MAN 3 Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X (Fase E) MAN 3 Padang Panjang yang berjumlah 61 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang dibagi ke dalam 2 kelompok yakni 15 orang menjadi anggota kelompok eksperimen dan 15 orang menjadi anggota kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala resiliensi akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-test dan uji N-gain. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, konseling kelompok teknik cognitive restructuring integratif Islam terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Independent Samples t-test yang menunjukkan nilai thitung sebesar 6,916 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Selain itu, hasil analisis N-gain pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai sebesar 0,22 dan pada kelompok kontrol menunjukkan nilai -0,099. Peningkatan resiliensi akademik kelompok eksperimen terlihat pada aspek confidence, control, composure, dan commitment. Dengan demikian, konseling kelompok teknik cognitive restructuring integratif Islam terbukti efektif, dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan resiliensi akademik siswa, khususnya di MAN 3 Padang Panjang.

Hubungan Keaktifan dalam Mengikuti Kegiatan Pramuka dengan Tingkat Kecerdasan Emosional Siswa di MAN 3 Padang Panjang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Willya Zahara, 2024, NIM, 2030108064, judul skripsi: Hubungan Keaktifan dalam Mengikuti Kegiatan Pramuka dengan Tingkat Kecerdasan Emosional Siswa di MAN 3 Padang Panjang. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah kurangnya kelancaran pelaksanaan kegiatan pramuka yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional siswa. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan keaktifan dalam mengikuti kegiatan pramuka dengan tingkat kecerdasan emosional siswa di MAN 3 Padang Panjang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan skala likert. Pengolahan data dengan menggunakan bantuan SPSS Windows 21, kemudian data diuraikan dengan kalimat yang efektif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pramuka di MAN 3 Padang Panjang berada pada kategori sangat tinggi dan kecerdasan emosional siswa yang mengikuti pramuka di MAN 3 Padang Panjang berada pada kategori tinggi. Selanjutnya, didapatkan rxy > rt pada taraf signifikan 5% = 0,263, yaitu 0,597 > 0,263, di mana hubungan antara variabel X dan Y berada pada tingkat sedang. Hal ini membuktikan bahwa Ha diterima (disetujui) atau terbukti kebenarannya dan H0 ditolak, jadi terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan dalam mengikuti kegiatan pramuka dengan tingkat kecerdasan emosional siswa. Hal tersebut berarti bahwa semakin tinggi keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pramuka, maka kecerdasan emosionalnya juga akan semakin tinggi.