Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SS.

1.726 karya publik ditemukan.

2026: 92025: 222024: 182023: 112022: 132021: 82020: 412019: 82018: 6382017: 7362016: 206

PENGARUH BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PERSEPSI SISWA TENTANG BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 3 SAWAHLUNTO

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

ADRIAN MISSY, NIM BK 13 108 003, Judul SKRIPSI “Pengaruh Bimbingan Klasikal Terhadap Persepsi Siswa Tentang Bimbingan dan Konseling di SMP N 3 Sawahlunto” Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Masalah pokok dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang memiliki persepsi kurang baik terhadap bimbingan dan konseling di sekolah. Pentingnya memiliki persepsi yang positif terhadap bimbingan dan konseling berkaitan erat dengan lancarnya kegiatan bimbingan dan konseling serta hubungan siswa dengan guru BK di sekolah. Siswa yang memiliki persepsi yang negatif berdampak pada hubungan yang kurang antara siswa dengan guru BK dan BK di sekolah itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh bimbingan klasikal terhadap persepsi siswa tentang bimbingan dan konseling di SMP N 3 Sawahlunto. Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen dengan tipe One Group Pretest-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 3 Sawahlunto. Sampeldari penelitian iniadalahsiswa kelas VII2, VIII1 dan IX2 SMP N 3 Sawahlunto. Kelompok eksperimen ditentukan melalui teknik Cluster Random Sampling. Hipotesis penelitian ini adalah “Bimbingan klasikal berpengaruh signifikan terhadap persepsi siswa tentang bimbingan dan konseling”. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan klasikal berpengaruh signifikan terhadap perubahan persepsi siswa tentang bimbingan dan konseling yang kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik bahwa thitung>ttabel pada taraf signifikan 5%. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan klasikal berpengaruh terhadap persepsi siswa tentang bimbingan dan konseling di SMP N 3 Sawahlunto.

PENERAPAN HAK EX OFFICIO HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA CERAI TALAK (Studi Kasus di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I B)

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lyna Hayatussakinah, NIM 14 201 029. Judul Skripsi : “Penerapan Hak Ex Officio Hakim Dalam Memutus Perkara Cerai Talak (Studi Kasus di Pengadilan Agama Bukittinggi)”. Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk pelaksanaan hak khusus yang dimiliki hakim, yaitu hak ex officio dalam memutus perkara cerai talak di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I B, alasan dan dasar pertimbangan bagi hakim menerapkan hak ex officio dalam memutus perkara cerai talak di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I B, dan akibat hukum penerapan hak ex officio tersebut. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan pelaksanaan hak ex officio yang diterapkan saat memutus perkara cerai talak di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I B, hal yang menjadi alasan dan dasar pertimbangan bagi hakim untuk menerapkan hak ex officio dalam memutus perkara cerai talak serta akibat hukumnya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat efektif. Hasil penelitian yang penulis temukan bahwa penerapan hak ex officio hakim dalam memutus perkara cerai talak di Pengadilan Agama Bukittinggi Kelas I B telah dilaksanakan menurut perundang-undangan yang berlaku. Namun hakim menerapkannya dengan cara dirumuskan dalam bentuk gugat rekonvensi tidak murni. Artinya seolah-olah ada gugatan balik dari Termohon, padahal tuntutan tersebut muncul dari arahan pertanyaan hakim. Alasan yang menjadi dasar pertimbangan bagi hakim dalam menerapkan hak ex officio adalah untuk membela kepentingan dan melindungi hak isteri berupa nafkah „iddah dan mut‟ah, mempertimbangkan keadilan bagi suami, memberi kepastian hukum kepada Pemohon dan Termohon yang berperkara dengan keluarnya akta cerai, serta melindungi hak dan nafkah anak. Adapun akibat hukum dari penerapan hak ex officio ini adalah pembacaan ikrar talak akan ditunda sampai suami membayar kewajibannya terhadap bekas isteri yang merupakan hak-haknya dalam waktu tenggang enam bulan. Apabila lewat dari waktu yang telah ditentukan, maka putusan tersebut gugur dan hakim akan membuat penetapan bahwa mereka secara hukum masih dipandang sah sebagai suami isteri, kecuali jika isteri merelakan hak-haknya tersebut untuk tidak dibayar sehingga ikrar talak tetap dapat dilanjutkan. Dengan hakim menerapkan ex officio tersebut berarti hakim telah melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum dan telah memberikan perlindungan kepada isteri serta menjaga suami supaya tidak berbuat aniaya kepada isteri yang sudah dijatuhi talak raj‟iy.