Syekh Siti Jenar
Critics on Syekh Siti Jenar by Abdul Munir Mulkhan, a book on the life and teachings of Syekh Siti Jenar, one of Javanese Islamic religious leader who developed sufi teaching in Java Island, Indonesia.
Profil penulis
220 karya publik ditemukan.
Critics on Syekh Siti Jenar by Abdul Munir Mulkhan, a book on the life and teachings of Syekh Siti Jenar, one of Javanese Islamic religious leader who developed sufi teaching in Java Island, Indonesia.
Kebijakan kesehatan sering diartikan sebagai sejumlah keputusan di bidang kesehatan yang dibuat oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR atau DPRD yang sering disebut sebagai elit kebijakan dan memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya suatu kebijakan. Di era otonomi daerah yang mengandung pengertian desentralisasi termasuk di bidang kesehatan berdasarkan UU (Undang-Undang) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang kemudian dirubah menjadi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang selanjutnya dirubah lagi melalui UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menyebabkan peningkatan porsi kebijakan kesehatan pada tataran pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) sehingga menuntut kemampuan analisis yang mumpuni terhadap berbagai kebijakan kesehatan di kalangan stakeholder kesehatan terlebih para praktisi dan akademisi kesehatan di daerah, selaras meningkatnya kompleksitas masalah kesehatan dan adanya perubahan tingkat kewenangan dalam pembangunan sektor kesehatan yaitu dari pendekatan yang bersifat sentralistik menjadi pendekatan desentralisasi. Hasil analisis kebijakan kesehatan diharapkan dapat menjadi input untuk “melahirkan” kebijakan kesehatan yang mampu mencegah dan mengatasi kompleksitas berbagai masalah kesehatan dalam pelaksanaan pembangunan jangka pendek dan jangka panjang di era desentralisasi kesehatan dewasa ini. Buku ini disusun sedemikian rupa guna memenuhi tuntutan sebagaimana yang diharapkan di atas. Buku ini dapat dipergunakan oleh para akademisi seperti mahasiswa, dosen dan para pembuat kebijakan di bidang kesehatan serta masyarakat umum lainnya yang memerlukan bahan bacaan mengenai analisis kebijakan di bidang kesehatan. Buku ini diharapkan dapat memberikan pencerahan materi bagi dunia pendidikan dan pembaca yang berminat pada kebijakan kesehatan.
Rekonsiliasi Manusia Ekonomi: Tuma'ninah vs Self-interest Oleh : Muhammad Yunus dan Rahmatia Yunus Sebuah Karya sosieconomy yang langka, sangat bermanfaat dibaca oleh semua kalangan, terutama bagi yang peduli dengan perkembangan perilaku manusia ekonomi dewasa ini … mengajak kita untuk selalu kembali meruju kitab suci dalam rangka memahami esensi metodologi dan perkembangan pemikiran ekonomi dengan rasionalitas manusia ekonomi yang self-interest. Karya ini sangat sejalan dengan pemikiran baru dalam ilmu ekonomi yang dikenal sebagai “new economy thinking” yang diharapkan dapat menghasilkan tatanan ekonomi yang lebih adil, manusiawi dengan mewujudkan kesejahteraan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A. Rektor Unhas 1989-1997; Menko Kesra RI, 1999-2000 Dubes RI untuk Republik Islam Iran, 2004-2007 Buku ini sangat sarat dengan nilai spiritual dan banyak mengandung pemikiran sufiisme serta konsep ma’rifatullah dengan perspektif maslahah agar manusia dapat meraih kehidupan yang falah dan merupakan salah satu karya sebagai reaksi yang cerdas terhadap ragam gebrakan paham post-modernist dewasa ini. Prof. Dr. Zamruddin, SU Rektor Universitas Mulawarman, Samarinda Buku Rekonsiliasi Manusia Ekonomi: Tuma’ninah vs Self-interest” yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Muhammad Yunus Zain, M.A. bersama Prof. Dr. Hj. Rahmatia, M.A. merupakan sebuah karya monumental akademik yang sangat mengagumkan, karena mampu menjelaskan secara konseptual dan fundamental mengenai kedudukan manusia sebagai makhluk sosial yang terkait dengan nilai-nilai ketauhidan, sebagai landasan spiritual untuk menjalankan amanah Allah, termasuk dalam melaksanakan aktivitas ekonomi. Semoga buku ini bermanfaat sebagai sumber inspirasi bagi pelaku ekonomi dan pengambil kebijakan ekonomi, Dr. Ahmad Alim Bachari, S.E., M.Si. Ketua Lembaga Penelitian Univ. Lambung Mangkurat, Banjarmasin Chief Economist Bank BNI
On Islamic value applied by students of Universitas Islam Negeri Malang, Indonesia.
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya sekolah dalam menerapkan peraturan siswa di MTs.TI Tanjung Barulak Kec. Batipuh Kab. Tanah Datar. Adapun sub fokus masalah dalam penelitian ini adalah upaya sekolah dalam menerapkan tata tertib siswa terhadap berpakaian, pergaulan dan ibadah siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana upaya sekolah dalam menerapkan tata tertib siswa terhadap berpakaian, pergaulan dan ibadah siswa. Manfaat penelitian ini adalah untuk syarat mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan di suatu lokasi, ruangan yang luas atau di tengah-tangah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi di lapangan yang dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap subjek penelitian. Penelitian ini digunakan untuk menemukan jawaban upaya sekolah dalam menerapkan tata tertib siswa terhadap berpakaian, pergaulan dan ibadah siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa dalam menerapkan tata tertib siswa terhadap berpakaian, pergaulan dan ibadah siswa, sekolah menetapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi, aturan yang telah ditetapkan diharapkan dapat meningkatkan peraturan siswa di lingkungan sekolah. Salah satu cara yang dilakukan sekolah dalam menerapkan peraturan siswa adalah mengawasi dan mengarahkan siswa di dalam dan di luar kelas, namun demikian pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan siswa masih tetap dilakukan siswa, misalkan siswa masih ada memakai pakaian yang tidak rapi dan tidak melaksanakan ibadah seperti shalat zuhur berjamaah.
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pemikiran Muhammad Iqbal tentang kurikulum pendidikan Islam. Yang mana sub fokus masalahnya adalah pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep kurikulum pendidikan Islam, tujuan kurikulum pendidikan Islam, materi kurikulum pendidikan Islam, metode kurikulum pendidikan Islam, dan evaluasi kurikulum pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep kurikulum pendidikan Islam, tujuan kurikulum pendidikan Islam, materi kurikulum pendidikan Islam, metode kurikulum pendidikan Islam, dan evaluasi kurikulum pendidikan Islam. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Strata Satu (S-1) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, serta sebagai sumber bacaan di perpustakaan IAIN Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Research). Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi tokoh yaitu menggambarkan dan menganalisis pemikiran Muhammad Iqbal tentang kurikulum pendidikan Islam. Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah karya Muhammad Iqbal Rekonstruksi Pemikiran Islam, Membangun Kembali Alam Pikiran Islam. Alat pengumpul data yang penulis gunakan adalah dokumentasi. Jenis analisis data yang penulis gunakan adalah analisis taksonomi (taxonomy analysis). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep kurikulum pendidikan Islam adalah upaya untuk memperkenalkan dan memasukkan kegiatan kehidupan sehari-hari dalam kehidupan sekolah. Sedangkan pemikiran Muhammad Iqbal tentang tujuan kurikulum pendidikan Islam adalah hidup yang mulia melalui kegiatan insani dari berbagai aspek pendidikan untuk membina kata hati dan kecerdasan intelektual manusia. Selain dari tujuan, pemikiran Muhammad Iqbal juga membahas tentang materi kurikulum pendidikan Islam, yang mana materi kurikulum pendidikan Islam harus mencakup agama, sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, disamping materi juga ada metode. Pemikiran Muhammad Iqbal tentang metode kurikulum pendidikan Islam menekankan bahwa dalam aktivitas pembelajaran sebuah kurikulum pendidikan Islam hendaknya menanamkan beberapa hal penting diantaranya self activity, learning by doing, tanya jawab, metode proyek atau unit dan metode pemecahan masalah atau problem solving. Setelah melalui langkah-langkah tersebut maka ada evaluasi, pemikiran Muhammad Iqbal tentang evaluasi kurikulum pendidikan Islam adalah bersifat menyeluruh, yaitu hubungan manusia dengan Allah sebagai pencipta, hubungan manusia dengan manusia lainnya.
Adapun pokok permasalahan adalah bagaimana persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Sumpur, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Sumpur. Adapun kegunaan penelitian ini untuk mencapai gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Batusangkar dan sebagai sumbangan Pemikiran dari penulis tentang persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Sumpur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari angket/kuesioner. Dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh responden dan informan. Data yang diperoleh dari responden dan informan kemudian diolah untuk menentukan persentase siswa tentang persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran aqidah akhlak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam menimbulkan hasrat dan kebutuhan untuk berhasil adalah sebagian besar (75%). Sedangkan persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam memberikan dorongan dan kebutuhan dalam belajar sangat sering (44,4 %). Persepsi siswa tentang peran teman sebaya dalam adanya harapan dan cita-cita masa depan sangat sering sebesar (47,2 %). Persepsi siswa tentang peran teman sebaya tentang penghargaan dalam belajar sering(41,6%), Persepsi siswa tentang peran teman sebaya mengenai kegiatan yang menarik dalam belajar sangat sering(33,3%), dan persepsi siswa tentang teman sebaya lingkungan belajar yang kondusif sangat sering(58,3%) mengenai suasana dan suatu kondisi belajar.
Implementation of sharia in the Indonesian legal system from the perspective of Indonesian administrative law.
Proses pendidikan membutuhkan kesiapan semua pihak lembaga pendidikan terutama pihak internal lembaga pendidikan untuk dapat memberikan pelayanan yang relevan dengan kondisi peserta didiknya. Layanan khusus perlu disediakan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus, kenakalan remaja perlu dihadapi dengan strategi pembinaan yang tepat, dikotomi ilmu agama dan umum perlu diintegrasikan dalam pembelajaran sehingga tidak muncul pemahaman yang terpisah antara keduanya, kekerasan dalam pendidikan perlu dikendalikan sehingga tujuan pendidikan sesuai dengan ajaran Islam, begitupun kurikulum pendidikan pada lembaga pendidikan perlu diarahkan dan diatur agar dapat menumbuhkan karakter-karakter yang baik pada peserta didik. Buku ini, sangat tepat untuk dijadikan referensi bagi para guru dan para pimpinan lembaga pendidikan dalam rangka memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan stakeholdersnya yang beranekaragam kebutuhannya agar tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berorientasi menjadi manusia yang lebih baik di masanya yang akan datang.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya pembiayaan Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar. Latar belakang masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Dominasi pembiayaan konsumtif Murabahah Plus iB terhadap keseluruhan pembiayaan pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pembiayaan konsumtif Murabahah Plus iB. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan konsumtif Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya pembiayaan Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar. Penelitian ini berguna sebagai salah satu syarat bagi penulis untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, dan sebagai masukan bagi Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar dalam pembiayaan Murabahah Plus iB. Jenis penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar. Adapun jenis penelitian yang penulis lakukan adalah kualitatif yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkarmelalui wawancara, diantaranya terdiri dari pegawai administrasi pembiayaan Murabahah Plus iB, customer service dan melalui dokumentasi. Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pembiayaan konsumtif Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar adalah jaminan, dalam pembiayaan ini jaminan yang dibebankan kepada nasabah mudah untuk terpenuhi oleh nasabah, dan proses pembiayaan yang cepat, promosi yang gencar, pelayanan yang baik, kinerja karyawan baik, biaya akad yang tidak banyak. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pembiayaan konsumtif Murabahah Plus iB pada Bank Nagari Cabang Pembantu Syariah Batusangkar adalah faktor yang berasal dari bank lain diantaranya: margin yang rendah, pencairan dana yang cepat. Sedangkan faktor yang berasal dari nasabah diantaranya adalah faktor ekonomi, faktor sosial, dan faktor ideologi keagamaan.