Profil penulis
P.
435 karya publik ditemukan.
Factors Relating to Job Satisfaction of Secondary School Teachers in the District of Balakong
Hukum Perbankan
Sistem perbankan Indonesia menganut dual banking system yakni bank konvensional dan bank syariah. Hal ini diakui dan dikenal sejak diberlakukannya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang kemudian diperkuat dengan pembaruan UU No. 10 Tahun 1998. Dual banking system atau sistem perbankan ganda adalah terselenggaranya dua sistem perbankan (konvensional dan syariah) secara berdampingan. Dalam sistem ini, penerapan dan pengawasannya berlaku sama (equal treatment) antara bank konvensional dan bank syariah yang diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Buku ini mengangkat isu seputar aspek hukum dalam pelaksanaan sistem perbankan ganda (dual banking system) di Indonesia. Beberapa materi yang akan pembaca temui di dalam buku ini di antaranya mengenai bank sebagai lembaga intermediasi, hubungan hukum antara bank (konvensional dan syariah) dan nasabah, kegiatan usaha bank, termasuk di dalamnya mengenai penerapan manajemen risiko. Kemudian diuraikan pula mengenai prinsip kehati-hatian pada kegiatan usaha perbankan, serta pengawasan perbankan oleh otoritas jasa keuangan. Dengan paparan tersebut serta penyajian yang lugas dan komprehensif, buku ini akan bermanfaat bagi pembaca, balk mahasiswa maupun praktisi hukum dan perbankan, dalam memahami materi hukum perbankan, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank konvensional maupun bank syariah. ------- Penerbit Kencana (Prenadamedia Group)
Manajemen Penelitian Guru
P. Ratu Ile Tokan, M.Pd. Guru menjadi peneliti adalah sebuah pilihan yang tepat karena pilihan ini memiliki dampak positif yang luar biasa bagi upaya peningkatan kualitas guru. Kalau kita melihat hal ini dari perspektif regulasi maka, guru menjadi peneliti bukanlah sebuah pilihan saja melainkan sebuah keharusan karena, guru menjadi peneliti sudah merupakan amanat undang-undang. Walaupun demikian, pilihan dan amanat ini harus benar-benar memiliki spirit yang kuat agar konsistensinya bisa menjadi daya dorong bagi setiap guru yang melaksanakannya. Apabila kita menjabarkan hal ini lebih lanjut maka pilihan kita berikutnya adalah jenis penelitian mana yang relevan sehingga hasil dari penelitian benar-benar berdaya-guna dalam arti lebih efektif dan lebih berpotensi untuk meningkatkan kualitas guru. Saya sungguh meyakini bahwa keterbatasan yang menampak dalam berbagai referensi berkaitan dengan PTK akan memberikan inspirasi tersendiri bagi mereka yang mendalami dan mau menyempurnakan apa yang disebut sebagai PTK itu. Demi penyempurnaan PTK (PTK) maka, kita semua tentu mengharapkan keterlibatan lebih banyak orang untuk mengkaji, merekonstruksi dan memformulasikan ulang PTK ini agar hakekat dan ke ber adaannya menjadi lebih berdaya guna. Hal yang mendasari keyakinan di atas adalah bahwa; kebenaran ilmu pengetahuan bersifat relatif dan selalu terus menerus berevolusi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. Selain itu bahwa; sebuah metodologi, formulasi, proses, dan mekanisme selalu fl eksibel dalam arti bisa diperbaiki dan disempurnakan. Walaupun istila PTK terlanjur menjadi istilah yang sangat populer di kalangan dunia pendidikan namun, keberadaannya yang terbatas itu masih harus terus menerus disempurnakan. Saya yakin bahwa banyak pakar akan terus mengkaji dan berniat untuk menyempurnakan PTK ini. PTK memang harus terus menerus disempurnakan oleh karena beberapa alasan yakni: 1. PTK sudah menjadi kebutuhan bangsa ini khususnya dunia pendidikan yang sedang giat-giatnya berupaya untuk meningkatkan kualitas guru. 2. PTK dapat dilihat sebagai sarana atau fasilitas untuk membantu guru dalam upaya untuk meningkatkan kualitas diri pribadinya menuju suatu pengakuan formal maupun informal terhadap keprofesionalannya. 3. PTK sudah menjadi suatu keharusan karena keberadaannya bukan hanya untuk memenuhi perintah undang-undang melainkan karena kontribusinya yang signifikan terhadap upaya peningkatan kualitas guru bangsa ini. Gambaran singkat di atas hendaknya menjadi spirit bagi siapa saja yang berkehendak baik untuk terlibat dan berkontribusi dalam upaya penyempurnaan PTK baik dalam tataran regulasi, konsep, implementasi, dan manajemennya. Dengan harapan agar keberadaan PTK lebih sempurna dan lebih berdayaguna untuk memajukan pendidikan bangsa ini.
Desain media komunikasi HIV/AIDS berdasarkan preferensi masyarakat lokal dan pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS di Kabupaten Manokwari
On mass media to prevent the spread of HIV infection and AIDS disease in Kabupaten Manokwari, Indonesia.
The Sustainability Balanced Scorecard
Balanced Scorecard
"The Balanced Scorecard" is a revolutionary framework which translates a company's vision and strategy into a coherent set of performance measures. In addition, it is a tool to channel the energies, abilities, and specific knowledge held by employees toward achieving long-term goals. "A landmark achievement".--Michael Hammer, author of "Reengineering the Corporation".
Putting the Balanced Scorecard to Work
Focusing Your Organization on Strategy - with the Balanced Scorecard
Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System
Balanced Scorecard Success: The Kaplan-Norton Collection (4 Books)
This collection highlights the most important ideas and concepts from Robert S. Kaplan and David P. Norton, authors of The Balanced Scorecard, a revolutionary performance measurement system that allows organizations to quantify intangible assets such as people, information, and customer relationships. Also included are Strategy Maps, which enables companies to describe the links between intangible assets and value creation with a clarity and precision never before possible; The Execution Premium, which describes a multistage system to help companies to gain measurable benefits from carefully formulated business strategy; and The Strategy-Focused Organization, which introduces a new approach to make strategy a continuous process owned not just by top management, but by everyone.
The Balanced Scorecard
The Balanced Scorecard translates a company's vision and strategy into a coherent set of performance measures. The four perspectives of the scorecard--financial measures, customer knowledge, internal business processes, and learning and growth--offer a balance between short-term and long-term objectives, between outcomes desired and performance drivers of those outcomes, and between hard objective measures and softer, more subjective measures. In the first part, Kaplan and Norton provide the theoretical foundations for the Balanced Scorecard; in the second part, they describe the steps organizations must take to build their own Scorecards; and, finally, they discuss how the Balanced Scorecard can be used as a driver of change.
E-commerce and M-commerce Technologies
E-Commerce and M-Commerce Technologies explores the emerging area of mobile commerce. The chapters in this book look specifically at the development of emerging technologies and their application in Internet commerce. From E-business to mobile database developments, this book offers a compilation of readings that are useful to individuals and organizations in the academic study and research surrounding mobile commerce as well as in the practical application of these technologies.
Teori dan Praktik Administrasi Kesekretariatan
Kesekretariatan yang andal serta dipercaya sangat penting untuk menunjang segala aktivitas utama sebuah organisasi dan para pengambil keputusan yang ada di dalamnya. Karena tiu, buku ini teramat penting untuk dibaca bagi sekretaris. Materi yang disampaikan dalam buku ini tidak hanya memberikan pemahaman akan fungsi dan tugas kesekretariatan tetapi juga dapat contoh nyata pengaplikasian secara efektif teori tersebut di ranah nyata. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia -Kencana-
Intermediate Accounting: Reporting and Analysis, 2017 Update
Wahlen/Jones/Pagach’s INTERMEDIATE ACCOUNTING, 2E boosts reader confidence in mastering the concepts of intermediate accounting like no other book. Proven resources help readers understand the rigor and time requirements of learning today’s intermediate accounting, while learning tools, such as “Got it?” quick checks, help readers stay on track. Readers build confidence with a consistent step-by-step approach to explaining concepts and thorough explanations. All of this is accomplished without sacrificing the approachable writing style that uses examples and cases from familiar companies, such as Starbucks, Coca-Cola, Louis Vuitton, and Nestle. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.
Design The Business Plan for Start Up Entrepreneur: Mendesain Model Bisnis yang Kompetitif dan Menyusun Rencana Strategis yang Solid
Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga mengungguli para pesaing. Dari perspektif strategis, yang menjadi kunci bagi keberhasilan bisnis perusahaan adalah membangun dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang unik serta berkelanjutan, yaitu keunggulan yang secara terus-menerus, untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan sukar ditiru oleh para pesaing. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dapat menjadi pemimpin pasar dan mencapai laba usaha di atas rata-rata. Sekadar membangun keunggulan kompetitif saja tidaklah cukup. Kunci keberhasilannya adalah terletak bagaimana membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitifnya secara berkelanjutan melalui kemampuannya untuk mengembangkan seperangkat kompetensi inti, di mana perusahaan mampu melayani pelanggannya dengan lebih baik dibanding para pesaingnya.
Balanced Scorecard for Business
Pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan. Seiiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan tuntutan persaingan usaha, pengukuran kinerja dengan perspektif keuangan sudah tidak memadai lagi. Untuk mengatasi keterbatasan yang terdapat pada pengukuran kinerja tradisional, Robert S. Kaplan dan David P. Norton memperkenalkan konsep Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja berdasarkan konsep Balanced Scorecard ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan konsep yang telah ada sebelumnya, yaitu cakupannya lebih komprehensif, di mana di samping menggunakan tolak ukur keuangan sebagai dasar pengukuran kinerja, juga menggunakan tolak ukur nonkeuangan (yang terdiri dari aspek kepuasan pelanggan, proses bisnis internal, serta aspek pertumbuhan dan pembelajaran). Yang menjadi faktor kritis bagi efektifnya Balanced Scorecard adalah adanya keselarasan antara seluruh ukuran dalam empat perspektif dengan misi dan tujuan strategis perusahaan. Balanced Scorecard memberikan sebuah kerangka kerja komprehensif yang menerjemahkan tujuan strategis perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang koheren. Adanya keselarasan antara keempat perspektif yang ada dalam pengukuran kinerja Balanced Scorecard dengan misi dan tujuan strategis perusahaan merupakan kunci bagi penciptaan nilai perusahaan di masa mendatang.
Menyusun Rencana Pemasaran Gerilya yang Unggul
Kampanye pemasaran yang sukses tidak mengharuskan seorang wirausahawan menghabiskan banyak uang, tetapi lebih menekankan pada kreativitas, kecerdikan, dan pemahaman yang baik mengenai kebiasaan membeli para pelanggan. Seorang peritel kecil mengatakan, “Jika perusahaan besar ibarat kapal uap yang membelah lautan, maka perusahaan kecil harus bisa menjadi kapal balap yang bergerak dengan lincah mendahului kapal uap, serta mengubah arah dalam sekejap”. Hal ini haruslah menjadi keunggulan bagiperusahaan kecil sewaktu melawan sang raksasa yang mempunyai banyak uang dan sumber daya yang besar.
Teori Akuntansi: Pendekatan Konsep dan Analisis
Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena empiris, yang diambil dari berbagai riset, dan sampai pada suatu kesimpulan yang bersifat universal, logis, konsisten, prediktif, dan objektif. Teori akuntansi dapat dirumuskan sebagai suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secara sistemati s gambaran tentang fenomena akuntansi, serta menjelaskan hubungan antarvariabel dalam struktur akuntansi, dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul (yaitu fenomena sosial dan ekonomi). Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsip yang logis, yang membentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan praktik akuntansi. Apakah suatu teori akuntansi diterima atau ditolak tergantung pada kemampuannya dalam memprediksi realitas, menjelaskan praktek akuntansi, dan kemampuannya untuk menjadi dasar bagi pengembangan praktik akuntansi di masa mendatang.