Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MARDIAN

28 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 12024: 42023: 42021: 42020: 12018: 32017: 5

STUDENTS’ PERCEPTION ON DIRECT INSTRUCTION STRATEGY IN INCLUSIVE CLASSROOM

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya beragam persepsi siswa terhadap Direct Instruction Strategy yang diaplikasikan guru di dalam kelas inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan apa saja persepsi siswa terhadap Direct Instruction Strategy yang diterapkan oleh guru mata pelajaran bahasa inggris dikelas inklusif di MAN 2 Payakumbuh tahun akademik 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS1 atau kelas inklusif yang ada di MAN 2 Payakumbuh yang belajar pada mata pelajaran bahasa inggris tahun akademik 2016/2017 yang berjumlah 39 orang. Sampel dari penelitian ini berjumlah 31 orang. Pengambilan sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 8 orang yang digunakan sebagai sampel untuk uji coba. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan adalah angket terbuka. Angket tersebut dianalisis menggunakan program SPSS 16 untuk melihat validitas dan reliabilitas setiap item. Dari angket yang telah diujicobakan didapat 10 item valid, 28 item direvisi, and 2 item dibuang. Sedangkan untuk hasil reliabilitasnya adalah 0,914 yang berada pada reliabilitas yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap Direct Instruction Strategy yang diaplikasikan guru bahasa Inggris di dalam kelas inklusif di MAN 2 Payakumbuh adalah positive dengan rata-rata 135,90 (83,870%). Jika dilihat dari masing-masing komponen persepsi, persepsi siswa terhadap Direct Instruction Strategy yang diaplikasikan guru bahasa Inggris di dalam kelas inklusif pada komponen cognitive, persepsi siswa adalah positif dengan skor rata-rata 79,90 (70, 967%) pada komponen affective, persepsi siswa adalah positif dengan skor rata-rata 29,51 (67, 741%), dan pada komponen conative, persepsi siswa adalah positif dengan skor rata-rata 26,48 (77,41%).

Meningkatkan Kreativitas Dalam Aspek Fluency Pada Anak Melalui Metode Guided Discovery di TK Cahaya Buana Gunung Tanjung Baru, Kab. Tanah Datar

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kreativitas dalam aspek fluency pada anak di TK Cahaya Buana Gunung Tanjung Baru, Kab. Tanah Datar. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk membantu anak dalam meningkatkan kreativitas dalam aspek fluency melalui metode guided discovery. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah metode guided discovery dapat meningkatkan kreativitas dalam aspek fluency pada anak di TK Cahaya Buana Gunung Tanjung Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre- eksperimen dengan bentuk rancangan one group pretest-posttest. Adapun populasi dari penelitian ini berjumlah 29 orang yang terdiri dari seluruh anak di TK Cahaya Buana Gunung Tanjung Baru, sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery berpengaruh signifikan terhadap kreativitas dalam aspek fluency pada anak. Hal ini terlihat pada hasil uji-t yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa t0 lebih besar dari ttabel = 11,75 > tt = 3,01 sehingga dapat disimpulkan bahwa metode guided discovery berpengaruh signifikan terhadap kreativitas dalam aspek fluency pada anak di TK Cahaya Buana Gunung Tanjung Baru.

Paket Superintensif UN SMA IPA 2015

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yakin sudah siap mengikuti ujian nasional? Menguasai materinya saja belum cukup! Latihan mengerjakan soal-soal try out dan prediksinya tentu sangat diperlukan. Kenapa begitu? Karena ujian nasional seringkali memunculkan soal-soal yang diadaptasi dari soal-soal ujian nasional tahun-tahun sebelumnya. Semakin intensif mengerjakan soal, akan semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan nilai tinggi. Buku Paket Superintensif UN SMA IPA 2015 ini dihadirkan untuk memberikan kesempatan bagi siswa dalam memantapkan persiapan ujian nasional dengan menyediakan soal-soal yang frekuensi muncul di ujian nasionalnya cukup tinggi. Dengan mengerjakan soal-soal di dalam buku ini, proses belajar akan lebih efisien, intensif, dan memudahkan siswa untuk lebih fokus mempelajari materi ujian. Buku yang paling tepat untuk menemani siswa berlatih ini tersaji dalam dua jenis paket soal, yakni 3 paket soal try out yang disertai pembahasan detail, lengkap, dan mudah dipahami; serta 2 paket soal prediksi yang disertai dengan kunci jawaban. Penyusunnya yang terdiri dari para guru yang kompeten di bidangnya sudah tentu menjadi jaminan tersendiri. Belajarlah dengan intensif dari buku ini dan dapatkan nilai ujian nasional tertinggi! -CMedia-

EMOSI CINTA SISWA (Studi di SMPN IV X Koto)

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa/remaja yang bermasalah dalam hal emosi cintanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana emosi cinta siswa di SMPN IV X Koto. Jenis penelitian ini adalah penelitian field research dengan metode deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMPN IV X Koto, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Berdasarkan temuan penelitian ditemukan: pertama dilihat dari faktor internal (dari dalam) yaitu libido seksual (hasrat seksualitas) dan perkembangan intelektual. Libido seksual yang kuat atau rasa keingintahuan terhadap seks sedang meningkat pada siswa menyebabkan mereka menjadi mudah teransang dan terpengaruh sehingga remaja mengeksprsikan perasaan seksualnya dan menikmati kedekatan dengan lawan jenis dengan sikap yang tidak tepat dan sesuai dengan norma yang ada. Perkembangan intelektual siswa yaitu terkait dengan pola pikir siswa yang belum matang sehingga belum mampu berfikir secara rasional dalam menyikapi berbagai permasalahan emosi cinta yang ada, disamping itu siswa tidak banyak melibatkan diri dalam berbagai aktifitas/kegiatan di luar jam pelajaran sekolah sehingga pikiran siswa lebih banyak terfokus pada kehidupan cintanya. Kedua, dilihat dari faktor eksternal (dari luar) yaitu pengaruh keluarga (orang tua), teman sebaya, budaya dan media (teknologi). Terkait dengan pengaruh keluarga (orang tua) yaitu pola asuh yang kurang tepat diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya. Pengaruh teman sebaya, yaitu banyaknya siswa/remaja yang terpengaruh serta terbawa-bawa oleh teman-temannya dalam hal emosi cinta dikarenakan mereka berteman dan berkumpul dengan teman-teman yang keinginan untuk berpacaran juga tinggi sehingga apa yang dibicarakan hanyalah tentang cinta saja. Pengaruh budaya yaitu budaya berpacaran yang sudah menjadi trend di kalangan remaja, kemudian mengenai media (teknologi), siswa/remaja banyak yang meniru adegan-adegan di TV seperti berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, sedangkan penggunaan media (teknologi) lainnya, siswa di SMPN IV X Koto masih menggunakan hp biasa dan paling sering digunakan untuk mengirim pesan/sms.