Profil penulis
F.
523 karya publik ditemukan.
Evaluasi Pengelolaan Diklat Teknis
Buku ini membahas tentang 7 bab: 1. Pendahuluan membahas Latar belakang, evaluasi, tujuan evaluasi dan objek evaluasi 2. Evaluasi Program yang membahas tentang evaluasi dan penilaian, konsep evaluasi program, konsep program yang dievaluasi, menganalisis sumber daya dan kemampuan Pendukung Evaluasi., 3. Diklat Teknis membahas tentang pengertian diklat, pendidikan dan pelatihan, Diklat Teknis, 4. Model Evaluasi yang membahas iv tentang Evaluasi Berorientasi Tujuan, Evaluasi Bebas Tujuan, Evaluasi Responsif, Evaluasi Countenance, CIPP, Disccrepancy Model, Connoisseurship, Kirkpatrick 5. Model Evaluasi Kirkpatrick membahas tentang Reaction, Learning, Behaviour, Result., 6. Instrumen membahas tentang instrumen yang digunakan, validasi instrumen, realibilitas, teknik pengumpulan data dan triangulasi data.
Evaluasi Kinerja : Penilaian Kinerja Atas Dasar Prestasi Kerja Berorientasi Kedepan
Berangkat dari rasa prihatin terhadap rendahnya mutu kerja karyawan, khususnya para birokrat dilingkungan instansi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang terlena dengan pola dan system kerja yang telah dianut sejak lama dengan budaya melaksanakan kegiatan rutin dengan tanpa ada upaya melakukan pembaharuan, dan hingga saat ini belum mengalami perubahan yang signifikan. Kondisi rendahnya mutu kerja karyawan ini sangat dirasakan sekali di lingkungan pemerintahan daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja yang bermutu, kendatipun sebagian besar karyawan tersebut telah menyandang gelar sarjana, akan tetapi belum mampu meningkatkan mutu hasil kerjanya, mengingat rendahnya keinginan untuk memperbaharui ilmu yang didapat dari perguruan tinggi yang telah lama ditinggalkan sejak tamat hingga saat ini. Kondisi yang memprihatikan ini mendorong penulis menghadirkan buku ini dengan harapan dapat memotivasi Pegawai sebagai penyelenggara Negara untuk bekerja lebih giat lagi dan berprestasi sebagi wujud ibadah memberikan yang terbaik bagi institusinya dimanapun ditugaskan.
Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer
Pendidikan Matrilineal
Pengantar jurnalistik
Jurnalistik
Analisis Jalur (Path Anaysis) Teori Dan Aplikasi Dalam Riset Bisnis
Pengantar Psikologi Klinis Edisi ketiga Edisi Revisi 2012
Komunikasi Peradaban
Kesehatan Mental Perspektif Psikologi Dan Agama
Pengantar Public Relations Kontemporer
Para Pembentuk Peradaban Islam Seribu Tahun Pertama
Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum
Dalam pemaparan itu, penulis berpendapat ada empat bagian materi teori hukum jika dikaitkan dengan metode penelitian hukum yakni tiga bagian sesuai pandangan Gijssel & Hoecke, Meuwissen berupa: ajaran hukum, hubungan hukum dan logika, metodologi hukum, dan identifikasi-aplikatif bagian-bagian filsafat hukum yang relevan untuk pemecahan permasalahan penelitian hukum atau pemecahan permasalahan dalam praktik hukum. Diuraikan juga tentang perbedaan ruang lingkup filsafat hukum dan teori hukum, perkembangan mutakhir teori hukum, kritik terhadap masing-masing ragam teori hukum dan juga kritik terhadap basi5 teoretis putusan Hakim Sarpin dalam kasus pra-peradilan Budi Gunawan 2015. Bab III tentang justifikasi eksistensi masing-masing jenis metodologi penelitian hukum terkait dengan perkembangan teori hukum dewasa ini. Bab IV dan V menguraikan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan penelitian hukum normatif. Buku persembahan penerbit prenadaMedia -PrenadaMedia-
Komunikasi Transendental Perspektif Sain Terpadu
Manajemen Keuangan Buku 1
Administrasi Publik Telaah Teoritis Dan Empiris
Manajemen Perilaku Organisasi
Dalam bidang bisnis modern, istilah manajer dan manajemen sering kali diucapkan. Tidak dapat kita bayangkan perusahaan-perusahaan modern, tanpa adanya manajer dan aktivitas manajemen. Apakah yang kiranya dimaksud dengan istilah manajer (manager)? Rumusan berikut memberikan pemahaman umum tentang konsep tersebut.1 ... Manajer ... dalam penafsirannya yang paling fundamental, berarti seorang yang menduduki posisi formal tertentu di dalam sebuah organisasi formal, yang bertanggung jawab terhadap sedikitnya pekerjaan satu orang (bawahannya) dan yang mempunyai wewenang atau otoritas formal atas orang tersebut. Merupakan kebiasaan pada perusahaan-perusahaan tertentu, untuk menetapkan jumlah minimum orang-orang atau bawahan, di dalam suatu kelompok tertentu sebagai faktor yang menentukan, atau sebagai salah satu faktor yang turut menentukan, dalam hal menerapkan nama jabatan “manajer” Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup